Prospek Kesepakatan Perdagangan Meningkat, Minyak Mentah Pulih

Minyak mentah mampu pulih dari pelemahan pada awal perdagangan hari ini, Kamis (26/9/2019) menyusul komentar Presiden AS Donald Trump terhadap prospek kesepakatan perdagangan dengan China.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 September 2019  |  07:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Minyak mentah mampu pulih dari pelemahan pada awal perdagangan hari ini, Kamis (26/9/2019) menyusul komentar Presiden AS Donald Trump terhadap prospek kesepakatan perdagangan dengan China.

Minyak pulih dari level terendah sejak industri minyak Arab Saudi mengalami serangan dahsyat karena investor mengukur upaya kerajaan untuk memulihkan produksi.

Menurut sumber yang dilansir Bloomberg, produsen minyak Saudi Aramco telah meningkatkan kapasitas total menjadi lebih dari 11 juta barel per hari, seminggu lebih awal dari perkiraan.

Minyak mulai pulih setelah Trump mengatakan perselisihan perdagangan dengan China dapat diselesaikan lebih cepat dari yang diperkirakan, sementara juga menyetujui kesepakatan perdagangan terbatas dengan Jepang.

Minyak mentah West Intermediate untuk pengiriman November bergerak menguat 0,35 persen atau 0,2 poin ke level US$56,69 per barel pada pukul 06.55 WIB, setelah nditutup melemah 1,4 persen ke level US$56,49 per barel di New York Mercantile Exchange, Rabu (25/9/2019).

Sementara itu, minyak Brent untuk bulan yang sama ditutup turun 1,13 persen ke level US$62,39 di ICE Futures Europe Exchange dan diperdagangkan dengan premium US$ 5,90 terhadap WTI.

"Saudi tampaknya mendapatkan output mereka kembali ke jalurnya," kata Gene McGillian, analis senior dan broker di Tradition Energy di Connecticut, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, Iran mengatakan sanksi AS adalah penghalang bagi negosiasi antara kedua negara dan meredupkan prospek pengembalian minyak Iran ke pasar.

Selama satu setengah minggu terakhir, upaya Saudi untuk memperbaiki instalasi minyak yang rusak menjadi faktor utama di pasar minyak mentah. Beberapa pengamat mengkritik target restorasi kerajaan karena terlalu ambisius.

Harga sebelumnya tertekan oleh data Energy Information Administration (EIA) AS yang mengatakan pasokan minyak mentah naik secara nasional dan di pusat penyimpanan utama di Oklahoma.

Pergerakan Harga Minyak WTI kontrak November 2019

Tanggal

Level

Perubahan

26/9/2019 (06.55 WIB)

56,69

+0,2 poin

25/9/2019

56,49

-2,33 poin

24/9/2019

58,82

-1,82 poin

23/9/2019

58,64

+0,55 poin

Pergerakan Harga Minyak Brent kontrak November 2019

Tanggal

Level

Perubahan

25/9/2019

62,56

-0,54 poin

24/9/2019

63,10

-2,31 poin

23/9/2019

64,77

+0,49 poin

  

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga minyak mentah wti

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top