Optimisme Kesepakatan AS-China Kembali Memudar, Mayoritas Bursa Asia Melemah

Mayoritas bursa saham Asia melemah pada perdagangan Kamis (26/9/2019), sedangkan aset safe haven menguat karena memudarnya optimisme atas resolusi perdagangan AS-China yang lebih cepat.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 September 2019  |  15:42 WIB
Optimisme Kesepakatan AS-China Kembali Memudar, Mayoritas Bursa Asia Melemah
BUrsa Asia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas bursa saham Asia melemah pada perdagangan Kamis (26/9/2019), sedangkan aset safe haven menguat karena memudarnya optimisme atas resolusi perdagangan AS-China yang lebih cepat.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup melemah masing-masing 0,18 persen dan 0,36 persen, sedangkan indeks Kospi melemah 1,32 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite ditutup turun 1 persen dan indeks CSI 300 melemah 0,77 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 1,28 persen. Di sisi lain, indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau menguat 0,1 persen.

Saham Asia awalnya memulai perdagangan dengan sentimen positif setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang yang berlangsung hampir 15 bulan dengan China bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan.

Namun, suasana positif memudar karena pesan berulang Trump tentang negosiasi perdagangan menyebabkan investor mengurangi antusiasme mereka.

"Trump benar-benar tertarik untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan China, tetapi dia juga mempercayai penasihatnya dan ketika mereka mengatakan kepadanya apa yang dibawa orang China dalam perundingan tidak mencukupi, atau telah diubah secara dramatis pada menit terakhir," ungkap Jeff M. Smith, Research Fellow di South Asia-Heritage Foundation, Kamis (26/9).

"Dia terbukti lebih dari bersedia untuk meninggalkan kesepakatan yang buruk," lanjutnya, seperti dikutip Reuters.

As dan China telah terkunci dalam perselisihan mengenai praktik perdagangan yang telah memperlambat pertumbuhan global dan meningkatkan risiko resesi di sejumlah wilayah.

Analis menurunkan optimisme mereka atas resolusi perang perdagangan karena komentar Trump sering bertolak belakang dan memberikan sentimen campuran. Pada Selasa, Trump dengan tajam mengkritik China dalam pidatonya di Majelis Umum PBB dengan mengatakan ia tidak akan menerima "kesepakatan yang merugikan."

Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menandatangani kesepakatan perdagangan terbatas pada hari Rabu yang memangkas tarif barang pertanian AS, peralatan mesin Jepang, dan produk lainnya sementara lebih jauh menghilangkan ancaman bea masuk mobil AS.

Saham Jepang pada awalnya mendapat dorongan dari perjanjian tersebut tetapi berbalik lebih rendah karena investor mengambil posisi sebelum saham diperdagangkan dengan ex-dividen mulai hari Jumat.

Investor sebagian besar mengabaikan keputusan Demokrat untuk memulai penyelidikan pemakzulan terhadap Trump. Langkah itu muncul ketika ringkasan panggilan telepon menunjukkan bahwa presiden AS telah meminta presiden Ukraina untuk mendiskreditkan pesaing politiknya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top