Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Trump Angkat Ekspektasi Kesepakatan Perdagangan, IHSG Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada awal perdagangan hari ini, Kamis (26/9/2019), di tengah penguatan bursa saham global.
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada awal perdagangan hari ini, Kamis (26/9/2019), di tengah penguatan bursa saham global.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,64 persen atau 39,41 poin ke level 6.185,81 pada pukul 09.06 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (25/9), IHSG berakhir di level 6.146,4 dengan kenaikan 0,14 persen atau 8,80 poin, sekaligus mematahkan pelemahan yang dialami empat hari beruntun sebelumnya.

Penguatan indeks mulai berlanjut Kamis pagi ini (26/9) ketika dibuka naik 0,36 persen atau 22,26 poin di posisi 6.168,67. Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.165,93 – 6.188,76.

Seluruh sembilan sektor terpantau bergerak positif, dipimpin aneka industri (+1,53 persen), finansial (+1,12 persen), dan tambang (+0,53 persen).

Sebanyak 31 saham menguat, 4 saham melemah, dan 621 saham stagnan dari 656 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing naik 1,10 persen dan 1,45 persen menjadi pendorong utama atas penguatan IHSG.

IHSG diprediksi akan mampu melanjutkan penguatannya setelah ditutup rebound pada perdagangan Rabu (25/9). Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan support pertama maupun kedua IHSG memiliki range pada 6.105,09 hingga 6.022,60.

Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.154,22 hingga 6.206,20. Berdasarkan indikator, MACD berada di area negatif. Namun demikian, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan oversold atau jenuh jual.

“Di sisi lain, terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance,” papar Nafan melalui riset hariannya.

Di belahan lainnya Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing terpantau menguat 0,56 persen dan 0,41 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,47 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing naik 0,17 persen dan 0,19 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,47 persen pukul 09.07 WIB.

Pada perdagangan Rabu (25/9), bursa saham AS menguat setelah investor mengabaikan pemberitaan soal penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump.

Pada Selasa (24/9), anggota parlemen Demokrat mengumumkan meluncurkan penyelidikan secara resmi terhadap Trump. Sentimen ini sempat membuat indeks melemah. Namun, saham mampu pulih karena investor mengabaikan berita tersebut.

"Kita akan melihat apa yang dilakukan Demokrat, apakah mereka bergerak maju atau tidak. Tampaknya ini tidak akan menjadi gangguan terhadap pasar," kata Tim Ghriskey, kepala analis di Inverness Counsel, seperti dikutip Reuters.

Di sisi lain, ekspektasi untuk tercapainya kesepakatan perdagangan AS-China terangkat setelah Trump mengatakan kepada wartawan di New York bahwa AS dan China tengah melakukan "pembicaraan yang baik" bahwa perjanjian antara kedua belah pihak dapat terjadi lebih cepat dari perkiraan.

"Ini cukup untuk mengubah gelombang risiko," ujar Michael McCarthy, kepala strategi pasar di broker CMC Markets di Sydney mengenai komentar Trump.

Seiring dengan pergerakan IHSG, indeks Bisnis-27 menguat 0,96 persen atau 5,13 poin ke level 536,85 pukul 09.07 WIB, setelah berakhir naik 0,06 persen di posisi 531,72 pada perdagangan Rabu (25/9).

Kendati demikian, nilai tukar rupiah masih terus melemah 0,08 persen atau 11 poin ke level Rp14.163 per dolar AS pukul 09.06 WIB, setelah ditutup terdepresiasi 38 poin atau 0,27 persen di posisi 14.152 pada Rabu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper