Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hingga Agustus 2019, PP Properti (PPRO) Baru Kantongi Marketing Sales Rp1,06 Triliun

Target marketing sales PPRO sebesar Rp4,17 triliun pada 2019 meningkat 20 persen dari capaian tahun lalu senilai Rp3,48 triliun.
Direktur Operasi PT PP Properti Jababeka Residence Awanu Alfan (dari kiri) bersama Dirut PT Grahabuana Cikarang Sutedja Sidarta Darmono, Dirut PT PP Properti Jababeka Residence Harris Amin Singgih, dan Direktur Realti PT PP Properti Tbk Galih Saksono, mengamati maket pengembangan Little Tokyo, di Jakarta, Kamis (19/4/2018)./JIBI-Endang Muchtar
Direktur Operasi PT PP Properti Jababeka Residence Awanu Alfan (dari kiri) bersama Dirut PT Grahabuana Cikarang Sutedja Sidarta Darmono, Dirut PT PP Properti Jababeka Residence Harris Amin Singgih, dan Direktur Realti PT PP Properti Tbk Galih Saksono, mengamati maket pengembangan Little Tokyo, di Jakarta, Kamis (19/4/2018)./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Hingga Agustus 2019, PT PP Properti Tbk. baru merealisasikan 25,63 persen target marketing sales yang dibidik Rp4,17 triliun pada tahun ini.

“Jumlah marketing sales sampai dengan Agustus 2019, sebesar Rp1,06 triliun,” ujar Direktur Keuangan PP Properti Indaryanto kepada Bisnis, Kamis (26/9).

Indaryanto mengatakan proyek-proyek yang berkontribusi besar dalam raihan marketing sales adalah Amarta View di Semarang, proyek Grand Shamaya, Grand Sungkono, Grand Lagoon di Surabaya dan Mazhoji di Jakarta.

Berdasarkan catatan Bisnis, pada Juni raihan marketing sales emiten berkode saham PPRO itu juga berada di kisaran Rp1 triliun. Dengan demikian, sepanjang Juli-Agustus 2019, marketing sales PPRO tidak banyak tumbuh.

Dengan capaian Rp1,06 triliun, PPRO harus menggalang prapenjualan Rp3,11 triliun sepanjang September-Desember 2019 untuk mencapai target tahun ini.

Target marketing sales PPRO sebesar Rp4,17 triliun pada 2019 meningkat 20 persen dari capaian tahun lalu senilai Rp3,48 triliun. Pada 2018, marketing sales PPRO tumbuh 15,61 persen dari raihan Rp3,01 triliun pada 2017.

Sebelumnya, Indaryanto menuturkan pemilihan umum yang membuat investor dan konsumen akhir lebih defensif untuk berinvestasi pada semester I/2019. Gelaran politik itu pun disertai dengan momentum puasa dan Lebaran yang membuat lesu marketing sales.

“Banyak konsumen yang masih wait and see sehingga berpengaruh terhadap marketing sales dan itu menyebabkan pemasaran kami menurun dan pendapatan juga ikut menurun,” ungkapnya.

Pada hari ini, saham PPRO ditutup dengan penguatan 3,03% atau sebesar 3 poin menuju Rp102 per saham. Selama tahun berjalan 2019, saham PPRO telah memerah 12,82%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper