Laporan Industri Sinyalkan Kenaikan Persediaan Minyak Mentah AS, WTI Melemah

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November melemah 1,82 poin ke level US$56,82 per barel pada pukul 16.59 waktu AS di New York Mercantile Exchange, setelah ditutup pada posisi US$57,29.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 September 2019  |  07:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Minyak mentah melanjutkan penurunan pada perdagangan Selasa (24/9/2019) menyusul sinyal bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat pekan lalu.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November melemah 1,82 poin ke level US$56,82 per barel pada pukul 16.59 waktu AS di New York Mercantile Exchange, setelah ditutup pada posisi US$57,29.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk kontrak November melemah 2,31 poin ke level US$62,46 di ICE Futures Europe Exchange. Minyak mentah patokan global diperdagangkan lebih mahal US$5,64 kepada WTI.

Dilansir Bloomberg, harga minyak melemah setelah American Petroleum Institute disebut melaporkan kenaikan cadangan minyak mentah sebesar 1,38 juta barel, yang ditambah sentimen dari pidato keras Presiden AS Donald Trump di PBB yang mengecam China dan menuduh Iran melakukan "perilaku mengancam."

Sementara itu, para pedagang dengan cermat memantai kemajuan Arab Saudi dalam memulihkan instalasi minyak mentah utama yang dilumpuhkan oleh serangan udara lebih dari sepekan yang lalu.

Produsen minyak mentah negara, Aramco, menyatakan bahwa sebagian besar kapasitas yang terganggu akan kembali beroperasi pada akhir bulan ini. Target ini dikritik oleh beberapa pengamat karena terlalu ambisius.

"Jadwal saat ini terlalu optimis," kata Joe McMonigle, seorang analis di Hedgeye Risk management dan mantan wakil pimpinan International Energy Agency.

“Saudi itu mungkin tidak akan mencapai kapasitas penuh sampai akhir tahun," lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Minyak telah berada di bawah tekanan untuk sebagian besar pekan lalu di tengah tanda-tanda bahwa Saudi membuat kemajuan dengan cepat memulihkan output.

Menambah sentimen bearish, pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengindikasikan bahwa ketegangan perdagangan tetap menjadi ancaman utama bagi pertumbuhan.

Terlepas dari hambatan besar, kontrak berjangka Brent yang diperdagangkan di London menuju kenaikan bulanan terbesar sejak April, sementara WTI ditetapkan untuk kenaikan bulanan terbesar sejak Juni.

API juga melaporkan peningkatan stok bensin dan penurunan persediaan bahan bakar diesel hampir 2 juta barel. Energy Information Administration dijadwalkan untuk merilis penghitungan mingguan pada hari Rabu.

 

Pergerakan Harga Minyak WTI kontrak November 2019

Tanggal

Level

Perubahan

24/9/2019

58,82

-1,82 poin

23/9/2019

58,64

+0,55 poin

20/9/2019

58,09

-0,1 poin

Pergerakan Harga Minyak Brent kontrak November 2019

Tanggal

Level

Perubahan

24/9/2019

62,46

-2,31 poin

23/9/2019

64,77

+0,49 poin

20/9/2019

64,28

-0,12 poin

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga minyak mentah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top