Pembiayaan Jangka Pendek: BI Kejar Penerbitan Dua SBK Tahun Ini

Destry menyebut SBK adalah alternatif instrumen pembiayaan jangka pendek di bawah 1 tahun. Rencananya, dua SBK yang akan terbit kemungkinan dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 25 September 2019  |  16:31 WIB
Pembiayaan Jangka Pendek: BI Kejar Penerbitan Dua SBK Tahun Ini
Destry Damayanti. - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia menargetkan penerbitan dua Surat Berharga Komersial (SBK) tahun ini.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan tahun ini akan ada dua perusahaan yang berencana menerbitkan SBK.

Destry menyebut SBK adalah alternatif instrumen pembiayaan jangka pendek di bawah 1 tahun. Rencananya, dua SBK yang akan terbit kemungkinan dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).

“Kalau semua on track, ada dua. Karena harus ada disclosure, kemudian harus ada investor, dia harus ada ratingnya,” kata Destry di Bursa Efek Indonesia, Rabu (25/9/2019).

Destry menjabarkan sejumlah masalah yang menghambat inisiasi SBK sejak 2017 adalah adanya trauma dari pelaku pasar pasca krisis dan imbasnya pada commercial paper (CP) atau SBK.

Kondisi traumatis itu menurut Destry sulit diatasi, maka BI melakukan metode penjajakan baru dengan melakukan verifikasi atas kebutuhan perusahaan dan investor.

“Kami benar-benar melihat dulu needs-nya seperti apa. Kemudian juga proteksi apa yang bisa diberikan, sehingga bisa memberikan kenyamanan bukan hanya issuer tetapi juga investornya,” kata Destry.

Dengan memperbaiki tata kelola SBK, Destry berharap proses perizinan juga tak terlalu lama, maksimal 10 hari.

“Apalagi kalau bisa multiple jadi ini menjembatani perusahaan-perusahaan yang mau menerbitkan bonds 3 tahun,” jelas dia.

Nantinya, BI akan melibatkan PT. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). “Jika sudah ada rating, dengan rating yang ada bisa digunakan untuk menerbitkan SBK, karena SBK ini kita berharap dia semacam bridging financing,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, smf

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top