Masih Dibayangi Sentimen Negatif, IHSG Mampu Rebound

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berbalik menguat dan mengakhiri pelemahan empat hari berturut-turut meskipun sempat tertekan sepanjang perdagangan hari ini, Rabu (25/9/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 September 2019  |  16:32 WIB
Masih Dibayangi Sentimen Negatif, IHSG Mampu Rebound
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berbalik menguat dan mengakhiri pelemahan empat hari berturut-turut meskipun sempat tertekan sepanjang perdagangan hari ini, Rabu (25/9/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup berbalik menguat 0,14 persen atau 8,80 poin ke level 6.146,40, setelah dibuka turun 0,26 persen atau 16,12 poin di level 6.121,49.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.086-6.139,25. Adapun pada perdagangan Selasa (24/9), IHSG berakhir melorot 1,11 persen atau 68,59 poin di level 6.137,61, pelemahan hari keempat berturut-turut.

Indeks sempat tertekan sepanjang perdagangan hari ini oleh sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri, namun pelemahan indeks perlahan mampu menipis hingga akhirnya berbalik menguat di akhir perdagangan.

Enam dari sembilan sektor berakhir di zona hijau, dipimpin oleh sektor pertanian yang menguat 0,82 persen, disusul sektor industri dasar yang menguat 0,71 persen. Di sisi lain, tiga sektor melemah, dipimpin oleh sektor aneka industri yang melemah 0,28 persen.

Dari 655 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 196 saham menguat, 213 saham melemah, dan 246 saham stagnan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang masing-masing menguat 1,78 persen dan 5,18 persen menjadi penopang utama penguatan IHSG.

Reliance Sekuritas menyebutkan secara teknikal IHSG terjatuh setelah break out support factal yang berada di kisaran 6.190.

Kepala Riset Lanjar Nafi mengatakan pelemahan IHSG disaat indikator Stochastic dan RSI telah berada pada area oversold pada parameter lebih cepat.

Di sisi lain, mayoritas bursa saham Asia melemah pada perdagangan hari inisetelah anggota parlemen AS menyerukan penyelidikan terhadap Presiden Donald Trump dan meningkatkan prospek ketidakpastian politik berkepanjangan di AS.

Indeks Nikkei 225 dan Topix masing-masing melemah 0,36 persen dan 0,18 persen. Di China, indeks Shanghai composite ditutup melemah 1 persen dan CSI 300 tutun 0,77 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 1,28 persen.

Langkah dramatis partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat menambah kekhawatiran para investor dengan keyakinan yang telah diguncang oleh ketegangan perdagangan AS dan China serta risiko resesi global.

"Penyelidikan impeachment telah membuat saham Asia berkurang," kata Kiyoshi Ishigane, manajer dana di Mitsubishi UFJ Kokusai Asset Management Co, seperti dikutip Reuters.

"Saham China sudah terkena risiko penurunan. Komentar Trump kemungkinan meningkatkan risiko itu. Ada kekhawatiran tentang sentimen konsumen AS, ada juga kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi China belum berhenti," lanjutnya.

Dewan Perwakilan AS akan meluncurkan penyelidikan impeachment resmi terhadap dugaan bahwa Trump mencari bantuan dari Ukraina untuk merugikan mantan Wakil Presiden Joe Biden, calon nominasi presiden dari Partai Demokrat untuk pemilu 2020. Trump membantah klaim tersebut.

Saham-saham pendorong IHSG:
KodePenguatan (persen)

HMSP

+1,78

CPIN

+5,18

BRPT

+3,13

TBIG

+8,18

Saham-saham penekan IHSG:
KodePenurunan (persen)

BBRI

-0,73

INTP

-4,00

BMRI

-0,72

UNVR

-0,58

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top