TLKM & HMSP Melemah, IHSG Fluktuatif di Awal Dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif antara zona hijau dan merah pada awal perdagangan hari ini, Senin (23/9/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 September 2019  |  09:58 WIB
TLKM & HMSP Melemah, IHSG Fluktuatif di Awal Dagang
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif antara zona hijau dan merah pada awal perdagangan hari ini, Senin (23/9/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG naik tipis 0,01 persen atau 0,44 poin ke level 6.231,92 pada pukul 09.18 WIB, setelah dibuka di posisi 6.240,14 dengan kenaikan 0,14 persen atau 8,67 poin dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (20/9), IHSG berakhir melemah 0,21 persen atau 13 poin di level 6.231,47, koreksi hari kedua berturut-turut.

Empat dari sembilan sektor terpantau bergerak positif, dipimpin perdagangan (+0,42 persen) dan aneka industri (+0,07 persen). Lima sektor lainnya bergerak negatif, dipimpin properti yang melemah 0,42 persen.

Sebanyak 116 saham menguat, 101 saham melemah, dan 437 saham stagnan dari 654 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing naik 1,41 persen dan 0,33 persen menjadi penopang utama atas kenaikan IHSG.

Sebaliknya, saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing turun 0,70 persen dan 0,85 persen menjadi penekan utama sekaligus membatasi kenaikan indeks.

Menurut tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, sentimen global diyakini masih akan mewarnai pergerakan IHSG. Salah satu sentimen yang diperhatikan pasar adalah negosiasi dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

Jumat lalu (20/9), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pakta perdagangan baru dengan China belum diperlukan sampai pemilu 2020. Perkataannya ini mendorong China memutuskan membatalkan kunjungan ke pertanian AS.

Di sisi lain, sentimen dalam negeri belum bisa menopang penguatan IHSG. Penurunan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Indonesia  sebesar 25 basis poin belum dapat memberikan efek penguatan terhadap IHSG.

“Sehingga, kami memperkirakan IHSG pada hari ini akan bergerak flat,” papar Samuel Sekuritas, dikutip dari riset hariannya.

Seiring dengan pergerakan IHSG, indeks Bisnis-27 tergelincir dan turun 0,22 persen atau 1,19 poin ke level 541,48 pukul 09.19 WIB, setelah dibuka naik tipis 0,08 persen di posisi 543,12 pada perdagangan Jumat (20/9).

Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah 0,14 persen atau 20 poin ke level Rp14.075 per dolar AS pukul 08.54 WIB, setelah dibuka terdepresiasi 18 poin atau 0,13 persen di posisi 14.073.

Di belahan lainnya Asia, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing melemah 1,10 persen dan 1,22 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,33 persen dan indeks Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,2 persen pukul 09.19 WIB.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top