Mirae Asset Sekuritas : SUN Bergerak Terbatas Tapi Berpotensi Menguat

Ada sejumlah sentimen yang berpotensi mendukung penguatan harga Surat Utang Negara (SUN) pada Rabu (18/9/2019).
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 18 September 2019  |  09:29 WIB
Mirae Asset Sekuritas : SUN Bergerak Terbatas Tapi Berpotensi Menguat
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) cenderung bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (18/9/2019), tapi masih menyimpan peluang menguat. 
 
Dalam riset hariannya, Rabu (18/9), analis fixed income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan proyeksi pergerakan harga SUN yang terbatas dengan potensi penguatan bertolak dari beberapa sentimen yang memengaruhi perdagangan hari ini.

Pertama, turunnya harga minyak mentah global. Cepatnya penanggulangan dampak serangan terhadap kilang minyak Saudi Aramco membuat harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 6,18 persen pada perdagangan sebelumnya. Hal yang sama terjadi pada minyak mentah jenis Brent yang harganya turun sekira 6,9 persen. 
 
Perbaikan kilang kini telah mencapai 70 persen dan bakal tuntas pada akhir September 2019. Ekspor minyak mentah Arab Saudi pun tak akan terganggu karena Menteri Energi Arab Saudi telah menyatakan cadangan pasokan masih ada. 
 
Kedua, ketidakpastian menjelang The Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting. Investor melakukan antisipasi sebelum pertemuan yang diharapkan bakal berbuah suku bunga acuan yang lebih rendah. 
 
Rilis hasil rapat diperkirakan muncul pada Kamis (19/9) pukul 01.00 WIB. Kendati demikian, investor masih menganggap pemangkasan suku bunga sebagai salah satu ketidakpastian.

Suku bunga acuan The Fed, berdasarkan indikator Fedwatch Tool CME Group, akan turun sebesar 25 basis poin (bps) ke level 1,75-2 persen sehingga bakal menyusut ke kisaran 51,9 persen dari sebelumnya di kisaran 62,3 persen.
 
Menurut Dhian, turunnya harga minyak menjadi katalis positif naiknya harga SUN. Namun, penaikan tersebut bakal tertahan ketidakpastian jelang rapat FOMC. 
 
"Harga SUN diperkirakan bergerak terbatas dengan kecenderungan menguat," ujarnya. 
 
Atas proyeksi tersebut, Dhian pun memberikan beberapa rekomendasi. Pertama, investor direkomendasikan tak melakukan intraday trading karena mengacu pada proyeksi pergerakan harga SUN yang terbatas. Kendati demikian, untuk investor dengan strategi jangka pendek, disarankan agar melakukan hold hingga buy seri-seri SUN FR0077, FR0081, FR0078, dan FR0082.
 
Dia menuturkan hal itu didasarkan pada kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 bps. Selain itu, variabel makro ekonomi AS dalam proyeksi ekonomi kuartalan usai FOMC September 2019 akan cenderung memberikan perspektif negatif bagi ekonomi AS dan diikuti dengan penurunan dot plot kisaran target suku bunga acuan The Fed. 
 
Kedua, investor yang memiliki orientasi long-term trading disarankan melakukan aksi hold hingga buy seri SUN FR0082, FR0070, FR0078, FR0068, FR0080, FR0079, FR0059, dan FR0074. Lalu, seri lain seperti FR0072, FR0075, FR0065, PBS014, PBS019, PBS021, PBS022, dan PBS015.  
 
"Didasarkan pada proyeksi bahwa pergerakan harga SUN masih akan terbatas, kami tidak merekomendasikan intraday trading pada perdagangan hari ini," ucap Dhian.
 
Berikut imbal hasil beberapa seri acuan:
 
FR0077 (5 tahun): 105.80 (6.65%) - 106.30 (6.53%)
FR0078 (10 tahun): 106.85 (7.25%) - 107.50 (7.16%)
FR0068 (15 tahun): 105.90 (7.69%) - 106.55 (7.62%)
FR0079 (20 tahun): 105.60 (7.81%) - 106.45 (7.73%)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surat utang negara

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top