AKSI EMITEN 18 SEPTEMBER: Kala Emiten Kejar Cuan dari EBT, WEGE Catat Rp5,2 Triliun

Berita mengenai strategi emiten batu bara dalam mencari sumber pendapatan alternatif menjadi utama topik halaman market edisi harian Bisnis Indonesia, Rabu (18/9/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 September 2019  |  09:08 WIB
AKSI EMITEN 18 SEPTEMBER: Kala Emiten Kejar Cuan dari EBT, WEGE Catat Rp5,2 Triliun
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai strategi emiten batu bara dalam mencari sumber pendapatan alternatif menjadi utama topik halaman market edisi harian Bisnis Indonesia, Rabu (18/9/2019).

Berikut perincian topiknya: 

Kala Emiten Kejar Cuan dari EBT. Fluktuasi harga batu bara yang kerap membayangi kinerja para produsen komoditas itu membuat mereka memutar otak untuk mencari sumber pendapatan alternatif. Salah satu strategi yang ditempuh yakni dengan masuk ke bisnis pembangkit listrik energi baru terbarukan.

WEGE Catat Rp5,2 Triliun. Nilai kontrak baru PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2 triliun. Adapun, perseroan masih membidik berbagai proyek pemerintah, BUMN, dan swasta untuk mengejar target Rp11,98 triliun hingga akhir tahun.

Bukopin Cari Dana Jumbo untuk Perkuat Modal. PT Bank Bukopin Indonesia Tbk. sedang mencari dana jumbo dengan menerbitkan saham bertipe kelas B maksimal 40% dari jumlah saham yang ditempatkan atau setara dengan 4,66 miliar saham.

Margin Medco Energi Berpotensi Menebal. PT Medco Energi Internasional Tbk. berpotensi mengantongi margin yang lebih tebal apabila gejolak geopolitik menyulut harga minyak mentah ke level yang lebih tinggi pada sisa tahun ini.

Investor Asing Cari Aset Aman. Investor asing mulai mengalihkan dananya dari pasar saham ke tempat yang lebih aman, termasuk obligasi seiring dengan masih tingginya volatilitas pasar saat ini.

ITIC Sedang Mengepul. Di tengah panasnya pembahasan soal kenaikan tarif cukai hasil tembakau pada 2020, saham PT Indonesian Tobacco Tbk. justru menyentuh batas auto rejection atas dalam 2 hari terakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aksi emiten

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top