Hingga Agustus 2019, Penjualan Mobil Astra Terkoreksi 8,14 Persen

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, hingga Agustus 2019, emiten berkode saham ASII itu menjual sebanyak 344.216 unit mobil, jumlah tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 374.744 unit.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 18 September 2019  |  11:06 WIB
Hingga Agustus 2019, Penjualan Mobil Astra Terkoreksi 8,14 Persen
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor Kazunori Minamide (kanan) berbincang dengan Marketing Director PT Toyota-Astra Motor Anton Jimmy Suwandi di sela-sela peluncuran Toyota GR Supra di ajang GIIAS 2019, di Tangerang, Banten, Selasa (23/7/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan mobil PT Astra International Tbk. hingga Agustus 2019 tercatat masih melemah dibandingka dengan tahun sebelumnya. Hal itu terkonfirmasi dengan catatan penjualan mobil yang terkoreksi 8,14 persen.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, hingga Agustus 2019, emiten berkode saham ASII itu menjual sebanyak 344.216 unit mobil, jumlah tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 374.744 unit. Sementara itu, pada Agustus 2019, penjualan mobil ASII tercatat terkoreksi 8,7 persen menjadi 46.908 unit dibandingkan dengan Agustus 2018 sebanyak 51.394 unit.

Penguasaan pasar pada periode ini paling besar masih dicatatkan oleh Astra dengan market share sebesar 52 persen. Catatan itu kembali merangkak naik setelah market share pada Juli 2019 sempat turun menjadi 50 persen.

Kendati demikian, dibandingkan dengan industri, penurunan yang dicatatkan ASII masih lebih rendah. Adapun, sepanjang Januari—Agustus 2019, penjualan mobil dalam negeri tercatat terkoreksi 13,5 persen menjadi 660.286 unit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 763.444 unit.

Pada Agustus 2019, penjualan mobil dalam negeri terkoreksi 11,5 persen menjadi 102.197 unit dibandingkan dengan Agustus 2018 90.403 unit.

Sementara itu , berdasarkan data Bloomberg, pada awal perdagangan Rabu (18/9/2019), saham ASII dibuka pada pada level Rp6.475 melaju zona hijau dan terus menunjukkan penguatannya setelah pada perdagangan sebelumnya pada dua hari berturut-turut terparkir pada zona merah.

Adapun, pada perdagangan Selasa (17/9/2019), saham ASII ditutup dengan pelemahan yang cukup dalam yakni 3,36 persen atau 225 poin menuju level Rp6.475 per saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asii

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top