Bursa Asia Mixed, Penguatan IHSG Menipis pada Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,06 persen atau 3,66 poin ke level 6.223,09 pada jeda siang, setelah dibuka dengan pelemahan 0,07 persen atau 4,2 poin ke level 6.215,24.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 September 2019  |  12:52 WIB
Bursa Asia Mixed, Penguatan IHSG Menipis pada Akhir Sesi I
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (17/9/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,06 persen atau 3,66 poin ke level 6.223,09 pada jeda siang, setelah dibuka dengan pelemahan 0,07 persen atau 4,2 poin ke level 6.215,24.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.205,30 – 6.240,02. Adapun pada perdagangan Senin (16/9), IHSG ditutup melemah 1,82 persen atau 115,41 poin ke level 6.219,43.

Empat dari sembilan sektor menetap di zona hijau siang ini, dipimpin sektor pertanian yang menguat 1,91 persen, disusul sektor infrastruktur yang naik 1,28 persen. Di sisi lain, lima sektor menguat, dipimpin oleh sektor aneka industri yang turun 0,82 persen.

Sebanyak 176 saham menguat, 170 saham melemah, dan 306 saham stagnan dari 651 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing menguat 1,31 persen atau 0,71 persen menjadi penopang utama penguatan IHSG siang ini.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan pasar akan bersikap wait and see menjelang kebijakan suku bunga The Fed yang akan diumumkan pada Kamis dini hari pukul 01:00 WIB, kemudian dilanjutkan kebijakan suku bunga dari dalam negeri di hari yang sama pukul 14:30 WIB.

“Dengan sentimen negatif global dan perkiraan wait and see kebijakan suku bunga, kami perkirakan IHSG akan bergerak flat,” ungkap tim riset Samuel Sekuritas.

Sementara itu, bursa saham lainnya di Asia cenderung variatif hari ini. Indeks Topix dan Nikkei 225 menguat masing-masing 0,31 persen dan 0,08 persen, sedangkan indeks Kospi naik 0,06 persen.

Di sisi lain, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China melemah 1,14 persen dan 1,08 persen. Adapun indeks Hang Seng melemah 1,32 persen.

Bursa saham China jatuh pada hari Selasa karena pemerintah mempertahankan kebijakan moneternya setelah data terbaru menunjukkan tekanan lebih lanjut pada ekonomi.

People's Bank of China sebagian menggulirkan pinjaman dari fasilitas likuiditas satu tahun tetapi tidak mengubah suku bunga pinjaman, yang menjadi tanda kesediaan mempertahankan level kredit yang memadai untuk mendukung ekonomi sambil tetap waspada terhadap stimulus yang berlebihan.

Meskipun analis menganggapnya sebagai langkah terukur, banyak yang masih mengharapkan bank sentral untuk meningkatkan stimulus pekan ini .

Langkah PBOC datang setelah data yang menunjukkan perlambatan ekonomi pada bulan Agustus, yang memperkuat pandangan bahwa China kemungkinan akan memotong suku bunga utama pekan ini untuk mencegah penurunan tajam dalam aktivitas ekonomi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI, IHSG

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top