Harga SUN Berpotensi Menguat Terdorong 3 Katalis Positif

Bagi investor yang berorientasi short-term trading, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan SUN seri FR0078, FR0082, dan FR0079.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 13 September 2019  |  09:28 WIB
Harga SUN Berpotensi Menguat Terdorong 3 Katalis Positif
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA - Harga surat utang negara (SUN) diproyeksi kembali menguat pada perdagangan menjelang akhir pekan ini.

Dalam risetnya, Jumat (13/9/2019), analis fixed income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono menuturkan proyeksi itu didasarkan pada tiga katalis positif utama.

Pertama, sesuai ekspektasi pasar, ECB menurunkan tingkat deposit facility rate sebesar 10 bps ke level - 0,50% atau pertama kalinya sejak awal 2016 dikombinasikan dengan tiering system guna menghindari efek negatif kebijakan suku bunga negatif bagi perbankan.

Selain itu, ECB juga kembali menggunakan tools Quantitative Easing (QE) dengan nominal sebesar 20 miliar euro per bulan yang akan dimulai pada 1 November 2019. Kebijakan ECB tersebut, nampaknya bisa meningkatkan likuiditas di pasar modal global yang pada akhirnya bisa menjadi katalis positif bagi aset emerging markets, seperti rupiah dan SUN.

Kedua, kondisi market risk-on masih terjaga seiring dengan berlanjutnya perkembangan positif hubungan AS-China setelah Trump mengindikasikan bahwa Pemerintah China bersedia untuk membeli produk-produk pertanian AS.

Ketiga, katalis positif bagi harga SUN juga diperkirakan berasal dari kembali diturunkannya suku bunga acuan Turki per September 2019. Bank Sentral Turki menurunkan suku bunga acuan mereka sebesar 325 bps ke level 16,50% dibandingkan dengan sebelumnya.

Penurunan itu lebih besar dibandingkan dengan ekspektasi pasar yang memprediksi penurunan suku bunga acuan hanya 275 bps. Diturunkannya suku bunga acuan Bank Sentral Turki tersebut, diharapkan bisa menurunkan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan kembali terjadinya resesi ekonomi Turki yang pada akhirnya berdampak positif bagi rupiah dan SUN.

Pada hari ini, rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif di kisaran Rp13.905 – Rp13.992 dengan potensi ditutup menguat dibandingkan dengan level penutupan perdagangan sebelumnya Rp13.994 per dolar AS.

Bagi investor yang berorientasi short-term trading, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan seri FR0078, FR0082, dan FR0079 untuk intraday trading.

"Selain itu, seri tersebut juga masih menarik untuk orientasi perdagangan jangka pendek yang didukung oleh turunnya harga minyak mentah dunia sejauh ini dan kemungkinan bahwa data neraca dagang domestik per Agustus 2019 akan mencatatkan surplus sebesar US$135 juta-US$384 juta atau membaik dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mengalami defisit sebesar US$60 juta," tulisnya.

Sementara itu, bagi investor yang memiliki orientasi long-term trading, Dhian merekomendasikan investor untuk aksi hold hingga buy seri SUN FR0082, FR0070, FR0078, FR0068, FR0080, FR0079, FR0059, FR0074, FR0072, FR0075, FR0065, PBS014, PBS019, PBS021, PBS022, dan PBS015.

Berikut proyeksi harga dan yield SUN seri acuan:


FR0077 (5yr): 105.90 (6.63%) – 106.70 (6.44%)

FR0078 (10yr): 107.00 (7.23%) – 108.25 (7.06%)

FR0068 (15yr): 106.00 (7.68%) – 107.00 (7.57%)

FR0079 (20yr): 105.90 (7.78%) – 107.20 (7.66%)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top