Hutama Karya Bakal Terbitkan Surat Utang pada Tahun Depan

PT Hutama Karya (Persero) menjajaki skema pendanaan pembangunan tol Trans-Sumatra dari beberapa sumber, di antaranya suntikan modal dari pemerintah, pinjaman bank, bantuan pemerintah, sekuritisasi aset, dan penerbitan surat utang.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 05 September 2019  |  16:58 WIB
Hutama Karya Bakal Terbitkan Surat Utang pada Tahun Depan
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan), didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Dirut Hutama Karya, I Gusti Ngurah Putra (kiri), Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (kanan), Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (kedua kanan), dan Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni meninjau lokasi groundbreaking jalan tol Sumbar - Riau, di Kab.Padangpariaman, Sumatra Barat, Jumat (9/2/2018). - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA—PT Hutama Karya (Persero) berencana menerbitkan surat utang pada tahun depan untuk pendanaan proyek jalan tol Trans-Sumatra.

Sekretaris Perusahaan Hutama Karya M. Fauzan mengatakan pendanaan pembangunan tol Trans-Sumatra diperoleh dari beberapa sumber, di antaranya capital injection atau suntikan modal dari pemerintah, pinjaman bank, bantuan pemerintah, sekuritisasi aset, dan penerbitan surat utang.

Untuk penerbitan surat utang, Fauzan menuturkan hingga akhir tahun ini belum ada rencana. Namun, potensi penerbitan obligasi terbuka pada tahun depan.

“Sampai akhir tahun ini belum, tetapi kami sudah mulai rating internasional, segala macam. Mungkin pada tahun depan [kami menerbitkan bond], sekarang dalam penyusunan RKAP. Tahun depan funding kami lebih agresif,” ujarnya di Kementerian BUMN, Kamis (5/9/2019).

Fauzan menambahkan penerbitan surat utang nantinya akan dilakukan secara bertahap dan ditentukan nilainya per ruas. Hal ini bertujuan agar proyek tidak sampai terbengkalai. Sebagai informasi, tol Trans Sumatra terdiri dari 24 ruas dengan total panjang 2.765 km.

Adapun, penerbitan surat utang pada tahun depan dapat digunakan untuk ruas-ruas yang perjanjian pengusahaan jalan tolnya sudah keluar. “Seiring dengan PPJT keluar, segera dicari pendanaannya. Akan dilihat benar porsi equity berapa, loan berapa,” jelasnya.

Beberapa ruas tol yang direncanakan dibangun pada tahun depan antara lain Aceh—Sigli, Binjai—Langsa, Kisaran—Indrapura, Simpang Indralaya—Muara Enim, Lubuk Linggau—Curuk—Bengkulu, dan Muara Enim—Lahat—Lubuk Linggau.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo menyebutkan selain mendapatkan penyertaan modal negara senilai Rp10,5 triliun pada tahun ini, perseroan juga memiliki sumber dana dari perbankan dengan nilai sekitar Rp32 triliun.

“Belum semua digunakan, tetapi ada yang sudah dipakai seperti untuk ruas Pekanbaru—Dumai,” katanya.

Menurutnya, untuk Tol Trans Sumatra pendanaan dari ekuitas porsinya lebih tinggi dari pinjaman karena skala finansialnya dinilai belum bagus. Pada tahun depan, perseroan menyiapkan capex senilai Rp27 triliun dengan rincian untuk jalan tol sekitar Rp25 triliun dan sisanya untuk non-jalan tol.

Sepanjang semester I/2019, Hutama Karya mencatatkan pertumbuhan laba bersih 79,96% dari Rp614 miliar menjadi Rp1,105 triliun.

Perseroan juga telah merampungkan pembangunan Tol Trans Sumatra sepanjang 470 km atau 17% dari target yang diamanatkan sepanjang 2.765 km.

Pada periode yang sama, Hutama Karya membukukan perolehan kontrak baru senilai Rp13,25 triliun atau 104,49% dari target yang ditetapkan hingga paruh pertama tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hutama karya

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top