Harga Emas Diprediksi Tembus US$1.600

Harga emas diprediksi akan melonjak melampaui level US$1.600 per troy ounce, didorong langkah pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat (AS) guna melawan perlambatan pertumbuhan dan dampak dari perang perdagangan dengan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 September 2019  |  10:49 WIB
Harga Emas Diprediksi Tembus US$1.600
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas diprediksi akan melonjak melampaui level US$1.600 per troy ounce, didorong langkah pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat (AS) guna melawan perlambatan pertumbuhan dan dampak dari perang perdagangan dengan China.

Menurut Harry Tchilinguirian, kepala riset komoditas di BNP Paribas SA, emas akan mendapat keuntungan dari langkah bank sentral AS tersebut untuk menurunkan suku bunganya sebanyak empat kali antara bulan ini dan Juni 2020, masing-masing sebesar 25 basis poin.

“Karena yield nominal turun dengan setiap pengurangan, suku bunga riil akan bergerak dan tinggal di wilayah negatif, sehingga meningkatkan daya tarik kepemilikan emas,” jelas Tchilinguirian dalam sebuah catatan, seperti dilansir dari Bloomberg (Rabu, 4/9/2019).

Emas telah melonjak tahun ini di tengah meningkatnya permintaan atas aset-aset safe haven akibat dampak negatif perang perdagangan AS-China terhadap pertumbuhan global. Kondisi ini mendorong bank-bank sentral termasuk The Fed untuk mengambil sikap yang lebih akomodatif.

Pada Juli 2019, para pembuat kebijakan AS, untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, memangkas suku bunganya. The Fed diantisipasi akan melakukan langkah serupa dalam pertemuan berikutnya pada 17-18 September.

Mengingat latar belakang tersebut, investor telah meningkatkan kepemilikan dalam ETF (exchange-traded funds) yang didukung emas.

"Perang dagang kecil kemungkinan akan diselesaikan dengan cepat. Dalam konteks ini, emas telah memulai kembali peran tradisionalnya sebagai aset safe-haven dan kepemilikan di ETF sekarang menuju ke level puncak yang dicapai pada 2012,” paparnya.

Menurut BNP, harga emas akan rata-rata bergerak di level US$1.400 per troy ounce pada 2019, naik US$60 dari perkiraan sebelumnya, dan level US$1.560 pada 2020.

“Siklus pelonggaran oleh The Fed akan mendorong harga rata-rata di atas level US$1.600 pada kuartal pertama 2020. Kami memperkirakan emas akan naik secara signifikan,” tulis BNP dalam catatannya.

Sementara itu, harga emas spot diperdagangkan di level US$1.545,88 per troy ounce pada Rabu (4/9) dan telah membukukan kenaikan 20 persen sepanjang tahun ini. Pada 26 Agustus, harga emas spot bahkan mencapai level US$1.555,07, level tertinggi sejak 2013.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Emas Hari Ini

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top