Hingga Akhir Tahun, Emas Masih Sumbang Inflasi

Sampai akhir 2019, emas diprediksi masih akan menjadi sumber inflasi seiring dengan ketidakpastian global di tengah perang dagang.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 03 September 2019  |  21:09 WIB
Hingga Akhir Tahun, Emas Masih Sumbang Inflasi
emas antam

Bisnis.com, JAKARTA - Sampai akhir 2019, emas diprediksi masih akan menjadi sumber inflasi seiring dengan ketidakpastian global di tengah perang dagang.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyatakan emas menjadi satu-satunya komoditas yang paling aman diinvestasikan pada momentum perang dagang.

Menurut Piter, tidak ada komoditas lain yang lebih aman ketimbang emas. Beberapa jenis alternatif investasi selain emas adalah dolar.

"Emas itu ya safety heaven. Paling aman sebagai investasi logam mulia. Tidak ada pelarian lain bagi investor," kata Piter kepada Bisnis, Selasa (3/9/2019).

Sehingga dia memprediksi emas masih akan menyumbang inflasi meski dalam skala yang tidak terlalu besar dibandingkan pangan atau tarif air dan listrik.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik RI Suhariyanto menyatakan inflasi dari komponen perhiasan yakni emas sekitar 0,05%. Inflasi itu masuk dalam golongan besar inflasi sandang sebesar 0,88%.

"Dari bulan lalu harga emas naik, 3,98% bisa di cek," ungkapnya.

Suhariyanto menilai perekonomian global yang belum pasti masih akan menyebabkan harga komoditas yaitu emas terkerek. Menurut Suhariyanto ini adalah upaya investor untuk bisa tetap investasi dengan risiko yang lebih aman.

"Inflasi dalam 4 bulan ke depan tetap sesuai harapan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emas, Inflasi

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top