September 2019, Mahkota Group (MGRO) Uji Operasional Pabrik Refinery CPO

Perkembangan terakhir progres pembangunan pabrik refinery PT Mahkota Group Tbk. sudah mencapai 80%.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 02 September 2019  |  19:55 WIB
September 2019, Mahkota Group (MGRO) Uji Operasional Pabrik Refinery CPO
Usli Sarsi, Presiden Direktur PT Mahkota Group Tbk. (kiri) menjelaskan perseroan membukukan kenaikan laba bersih 582% dari Rp12,39 miliar pada 2017 menjadi Rp84,51 miliar di 2018, Kamis (9/5/2019). Perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp21,13 miliar atau 25% dari total laba bersih. - Bisnis - M. Abdi Amna

Bisnis.com, JAKARTA – Tes uji operasional pabrik refinery milik emiten perkebunan PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) mundur ke September 2019.

Pada awalnya emiten perkebunan itu menargetkanuntuk melakukan tes pengujian pabrik pada Agustus. Namun, sampai dengan awal September tes uji operasional itu belum dapat dilangsungkan.

Sekretaris Perusahaan Mahkota Group Elvi mengatakan tes uji operasional belum dapat dilangsungkan, meskipun pada perkembangan terakhir progres pembangunan sudah mencapai 80%. Elvi belum dapat memerinci sebabnya, tetapi dia bilang uji operasional akan berlangsung pada bulan ini.

“Pastinya pada September ini ada pengujian. Tidak ada gangguan,” katanya kepada Bisnis pada Senin (2/9/2019).

MGRO mengucurkan 60% dari dana hasil penawaran umum perdana saham atau senilai Rp300 untuk mendanai sebagian pembangunan pabrik refinary minyak sawit.

Dari pabrik tersebut, perseroan yang berbasis di Sumatra Utara itu menargetkan ada pendapatan tambahan dari produk hilir sebesar Rp3,4 triliun atau berkontribusi 60% dari target penjualan 2019 sebesar Rp5,6 triliun.

“[Meskipun tes mundur] secara volume produksi dan penjualan tidak akan ada pengaruhnya,” sebutnya.

Tanpa produk refinery, perseroan membidik pendapatan dari penjualan crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO). Sampai dengan akhir tahun, lanjut Elvi, MGRO mengincar produksi CPO sebesar 203.308 ton dengan penjualan sekitar 203.121 ton.

Sementara untuk PKO, MGRO mengincar produksi sebesar 56.277 ton dengan penjualan 56.171 ton.

Kinerja Keuangan

Pada semester I/2019, MGRO tercatat mencetak pendapatan sebesar Rp817,35 miliar turun 2,30% dari periode yang sama tahun lalu Rp836,59 miliar. Adapun rugi bersih perseroan tercatat mengecil dari Rp17,82 miliar menjadi Rp3,07 miliar.

Segmen CPO menjadi kontributor utama dengan sumbangan sebesar Rp636,31 miliar. Lalu segmen PKO menyumbang Rp117,105 miliar. Sementara segmen lain seperti cangkang sawitmenyumbang Rp23,84 miliar dan jasa sewa tangki menyumbang Rp37,28 miliar.

Elvi mengatakan jika perusahaanya masih optimistis menyambut semester II/2019. Pasalnya pabrik refinery anyar dianggap mampu mendongkrak kinerja.

“Kami akan fokus pada strategi pemasaran hasil produksi pabrik refinery yang akan segera beroperasi baik secara lokal maupun ekspor sehingga bisa meningkatkan nilai penjualan dan laba pada penutupan periode 2019,” katanya.

Perseroan, lanjutnya, sudah menjajaki beberapa negara di kawasan Asean untuk pasar ekspor selain dari penjualan dalam negeri. “Sebelum akhir tahun ini pabrik tersebut sudah bisa berproduksi,” jelasnya.

Pada penutupan perdagangan Senin (2/9/2019) saham MGRO ditutup menguat tipis 0,59% ke level Rp850 per saham. Sejak melantai di bursa setahun lalu, saham MGRO telah tumbuh 123,68% dari posisi Rp366 per saham. Namun selama tahun berjalan, kinerjanya sudah terkoreksi 14,57%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mahkota grup, kinerja emiten

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top