Pasar Regional Tunggu Pidato Powell, IHSG Melemah di Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau melemah 0,07 persen atau 4,3 poin ke level 6.234,95 pada jeda siang, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,18 persen atau 11,11 poin ke level 6.228,13 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  12:17 WIB
Pasar Regional Tunggu Pidato Powell, IHSG Melemah di Akhir Sesi I
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (23/8/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau melemah 0,07 persen atau 4,3 poin ke level 6.234,95 pada jeda siang, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,18 persen atau 11,11 poin ke level 6.228,13 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (22/8), IHSG ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,22 persen atau 13,72 poin ke level 6.239,24.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.204,19-6.244,70.

Empat dari sembilan sektor menetap di zona merah, dipimpin sektor aneka infrastruktur yang melemah 0,96 persen, disusul sektor pertanian yang turun 0,63 persen. Di sisi lain, lima sektor menguat, dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik 2,42 persen.

Sebanyak 177 saham menguat, 180 saham melemah, dan 293 saham stagnan dari 650 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing melemah 0,83 persen dan 1,35 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG siang ini.

IHSG masih melemah terlepas dari keputusan Bank Indonesia yang kembali menurunkan suku bunga acuannya kemarin.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berakhir hari ini mengambil langkah kejutan dengan memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin ke level 5,50 persen di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Keputusan penurunan suku bunga acuan ini di luar dugaan mayoritas ekonomi yang memperkirakan bahwa BI akan mempertahankan suku bunga acuan di tengah terjaganya laju inflasi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan tersebut konsisten dengan rendahnya perkiraan inflasi di bawah titik tengah, tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik sehingga mendukung stabilitas eksternal, serta langkah preemptive untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari dampak perlambatan ekonomi global.

Sementara itu, bursa saham lainnya di Asia bergerak variatif, dengan indeks Topix dan Nikkei 225 menguat masing-masing 0,23 persen dan 0,32 persen, indeks Hang Seng menguat 0,48 persen, sedangkan indeks Kospi Melemah 0,07 persen.

Dilansir Reuters, bursa Asia berjuang untuk menguat pada hari ini karena ketidakpastian atas seberapa jauh Federal Reserve AS memotong suku bunga menambah kekhawatiran investor atas perlambatan pertumbuhan global.

Investor sangat menantikan pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada pertemuan para gubernur bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, siang hari ini waktu setempat.

Survei bisnis pada hari Kamis memperkirakan perlambatan lebih lanjut di ekonomi negara maju pada bulan Agustus, tetapi aktivitas sektor jasa tetap kuat, mengimbangi hambatan dari manufaktur yang lemah.

"Ini akan menjadi momentum wait and see investor menjelang pidato Powell di Jackson Hole. Investor berharap untuk sejumlah kata-kata yang menenangkan dari dia," kata Hirokazu Kabeya, kepala analis global di Daiwa Securities, seperti dikutip Reuters.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI, IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top