Bursa Asia Variatif, IHSG Makin Melemah di Akhir Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin melemah ke zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (22/8/2019), meskipun sempat dibuka rebound.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  12:51 WIB
Bursa Asia Variatif, IHSG Makin Melemah di Akhir Sesi I
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin melemah ke zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (22/8/2019), meskipun sempat dibuka rebound.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau melemah 0,5 persen atau 31,26 poin ke level 6.221,71 pada jeda siang, setelah dibuka menguat 0,07 persen atau 3,59 poin ke level 6.257,56 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (21/8), IHSG ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,68 persen atau 42,77 poin ke level 6.252,97.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.220,86-6.265,96.

Seluruh sembilan sektor menetap di zona merah, dipimpin sektor aneka industry yang melemah 0,99 persen, disusul sektor infrastruktur yang melemah 0,92 persen dan finansial yang turun 0,59 persen.

Sebanyak 135 saham menguat, 215 saham melemah, dan 301 saham stagnan dari 651 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing melemah 1,81 persen dan 0,99 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG siang ini.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak melanjutkan pelemahan di tengah masih minimnya katalis penggerak.

“Meskipun pasar global serta regional naik, kami memperkirakan IHSG masih akan melemah seiring tekanan domestik yang lebih besar. Potensi tekanan akan datang dari domestik dengan net sell asing yang masih kuat, hingga Rp 1 triliun pada minggu ini (Senin-Rabu),” ungkap tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (22/8).

Samuel Sekuritas menyarankan untuk antisipasi pelemahan lanjutan saham sejak awal pekan ini, yaitu saham perbankan dan barang konsumsi.

Sementara itu, Bank Indonesia hari ini akan merilis data suku bunga acuan BI 7-Ray Reverse Repo Rate (BI7DRRR) di perkirakan tidak akan berubah di level 5,75 persen.

Sementara itu, bursa saham lainnya di Asia bergerak variatif cenderung melemah. Dengan indeks Topix melemah 0,03 persen, Nikkei 225 menguat 0,01 persen, indeks Hang Seng melemah 1,03 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite turun 0,26 persen.

Dilansir Reuters, bursa saham Asia bergerak datar pada hari Kamis karena ketidakpastian atas prospek suku bunga AS dan peluang stimulus fiskal global.

Risalah pertemuan Juli Federal Reserve menunjukkan para pembuat kebijakan sangat terpecah atas apakah akan menurunkan suku bunga, tetapi bersatu untuk memberi sinyal tidak berada di jalur pelonggaran lebih lanjut.

"Pesan utama dari risalah Fed adalah bahwa pemotongan 25 basis poin pada bulan Juli hanyalah kalibrasi, penyesuaian siklus tengah dan bukan awal dari siklus pelonggaran baru," kata Rodrigo Catril, analis valas senior National Australia Bank, seperti dikutip Reuters.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top