Investor Tunggu Simposium Jackson Hole, Dolar AS dalam Posisi Bertahan

Dolar Amerika Serikat berada dalam posisi bertahan pada perdagangan Rabu (21/8/2019) setelah mencapai level tertinggi tiga pekan kemarin, menjelang pertemuan para gubernur bank sentral di Jackson Hole
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  09:01 WIB
Investor Tunggu Simposium Jackson Hole, Dolar AS dalam Posisi Bertahan
Ilustrasi Dolar AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat berada dalam posisi bertahan pada perdagangan Rabu (21/8/2019) setelah mencapai level tertinggi tiga pekan kemarin, menjelang pertemuan para gubernur bank sentral di Jackson Hole

Sejumlah pejabat bank sentral dunia akan berkumpul dalam symposium Jackson Hole, Wyoming, pada hari Jumat (23/8) dengan pasar berfokus pada pidato yang Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang diperkirakan memberikan petunjuk tentang penurunan suku bunga lebih lanjut.

Komentarnya akan menjadi pusat perhatian terutama setelah terjadinya inversi kurva imbal hasil AS pekan lalu, yang secara luas dianggap sebagai sinyal resesi, sehingga mendorong ekspektasi bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan September mendatang.

Dihadapkan dengan meningkatnya risiko terhadap ekonomi AS, bank sentral pada Juli menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan 10 tahun silam.

Indeks dolar AS yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau menguat 0,013 poin atau 0,01 persen ke level 98,203 pada pukul 08.36 WIB, setelah sempat melemah hingga 97,948.

Pada awal perdagangan hari ini, indeks dolar AS dibuka melemah 0,016 poin atau 0,02 persen ke level 98,174. Adapun pada akhir perdagangan Selasa kemarin, indeks dolar AS ditutup melemah 0,157 poin atau 0,16 persen ke level 98,190.

Indeks dolar hari ini turun dari level tertinggi sejak 1 Agustus di posisi 98,450 yang dicapai pada perdagangan kemarin karena imbal hasil obligasi AS memantul dari posisi terendah dalam beberapa tahun terakhir pada awal pekan ini di tengah tanda-tanda peningkatan stimulus bank sentral sejumlah negara.

Namun, imbal hasil obligasi AS turun pada Selasa malam karena prospek pelonggaran lebih lanjut oleh the Fed.

Takuya Kanda, manajer umum di Gaitame.Com Research Institute, percaya bahwa keinginan kuat Presiden AS Donald Trump untuk penurunan suku bunga meningkatkan harapan di antara sejumlah investor terhadap sinyal pelonggaran yang kuat di Jackson Hole.

Tetapi dia juga memperingatkan bahwa Powell mungkin memilih untuk memberikan hanya sedikit petunjuk dalam pidatonya ketika The Fed bersiap untuk memberikan tinjauan kebijakan bulan September.

Investor juga akan mencari petunjuk tentang rencana the Fed dalam risalah pertemuan kebijakan Juli yang akan dirilis hari Rabu waktu setempat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top