Harga SUN Cenderung Terbatas, Ini Rekomendasi MNC Sekuritas

Pelaku pasar obligasi masih menantikan rilisnya data suku bunga acuan Bank Indonesia pada Kamis pekan ini.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  09:28 WIB
Harga SUN Cenderung Terbatas, Ini Rekomendasi MNC Sekuritas
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA--Harga surat utang negara (SUN) pada perdagangan hari ini bakal bergerak terbatas akibat sikap wait and see para pelaku pasar.

Dikutip dari hasil riset hariannya, Rabu (21/8/2019), analis fixed income MNC Sekuritas I Made Adi Saputra mengatakan sikap wait and see investor masih akan mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan hari ini. Alasannya, investor menanti keputusan Bank Indonesia dan Bank Sentral AS untuk menurunkan suku bunga acuan.

Pihaknya memperkirakan Bank Indonesia bakal mempertahankan tingkat suku bunga acuan saat ini yaitu 5,75%. Sementara itu, Bank Sentral AS masih mendapat tekanan dari Trump agar menurunkan suku bunga acuan secara agresif yang didukung dengan perlambatan kegiatan ekonomi.

"Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga Surat Utang Negara masih akan cenderung bergerak terbatas di tengah pelaku pasar yang masih menantikan rilisnya data suku bunga acuan Bank Indonesia pada Kamis pekan ini," ujarnya.

Adapun, sikap wait and see juga tercermin pada perdagangan sebelumnya. Imbal hasil SUN bergerak naik sebagai respons pasar keuangan global yang terdampak perang dagang China-AS.

Perinciannya, perubahan imbal hasil SUN terjadi hingga 6 bps dengan rata-rata kenaikan imbal hasil sebesar 1 bps. Untuk Imbal hasil SUN tenor pendek mengalami kenaikan imbal hasil hingga sebesar 6 bps yang didorong penurunan harga hingga sebesar 15 bps.

Sementara itu, perubahan yield SUN tenor menengah berada di kisaran 3 bps pascakenaikan harga sebesar 22,1 bps. Lalu, SUN tenor panjang mengalami perubahan yield sebesar 3 bps hingga 10 bps yang diakibatkan oleh perubahan harga hingga 21 bps.

Tercatat, dari sisi volume perdagangan, transaksi SUN mencetak angka Rp8,37 triliun dari 43 seri pada perdagangan sebelumnya. Semantara itu, perdagangan obligasi korporasi mengalami kenaikan senilai Rp979,09 miliar dari 56 seri.

Dengan pertimbangan tersebut, dia merekomendasikan agar investor tetap mencermati pergerakan harga SUN juga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pergerakan yang cukup fluktuatif, katanya, bisa digunakan untuk melakukan strategi trading.

Adapun, beberapa seri yang bisa dicermati yakni FR0053, FR061, FR0063, FR0070, FR0056, FR0059, FR0064 dan FR0071.

"Adanya pergerakan harga di pasar sekunder yang cenderung fluktuatif dapat dimanfaatkan oleh investor untuk dapat melakukan trading," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top