Sentimen Risk-on Kembali, Dolar AS Dekati Level Tertinggi Tiga Pekan

Dolar Amerika Serikat bertahan di dekat level tertinggi tiga pekan pada hari Selasa (20/8/2019) menyusul ekspektasi stimulus baru dari bank-bank sentral dunia serta peningkatan selera aset berisiko yang mengerek imbal hasil obligasi AS.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  08:50 WIB
Sentimen Risk-on Kembali, Dolar AS Dekati Level Tertinggi Tiga Pekan
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat bertahan di dekat level tertinggi tiga pekan pada hari Selasa (20/8/2019) menyusul ekspektasi stimulus baru dari bank-bank sentral dunia serta peningkatan selera aset berisiko yang mengerek imbal hasil obligasi AS.

Imbal hasil patokan obligasi Treasury AS Treasury berhasil rebound posisi terendah tiga tahun karena investor kembali mencari ke aset berisiko, terpikat oleh harapan untuk stimulus di negera ekonomi utama seperti Jerman dan China, yang meredakan kekhawatiran resesi global baru-baru ini.

Fokus investor pada hari Selasa akan beralih ke pengaturan pertama dari acuan referensi suku bunga pinjaman baru China di bawah reformasi suku bunga terbaru.

Minat investor global terhadap aset berisiko telah meningkat pekan ini oleh prospek bahwa Jerman mengabaikan aturan anggaran berimbang untuk meningkatkan pengeluaran dan rencana reformasi suku bunga China, yang diharapkan dapat menurunkan biaya pinjaman perusahaan.

"Dolar menguat secara keseluruhan, mengikuti rebound dalam imbal hasil. Prospek Jerman yang memulai stimulus adalah titik balik dan dolar telah mendapatkan kembali momentum sejak itu," kata Yukio Ishizuki, analis valas senior di Daiwa Securities, seperti dikutip Reuters.

indeks dolar AS yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,022 poin atau 0,02 persen ke level 98,325 pada pukul 08.34 WIB, setelah sempat menguat hingga 98,377.

Pada awal perdagangan hari ini, indeks dolar AS dibuka menguat 0,017 poin atau 0,02 persen ke level 98,364. Adapun pada akhir perdagangan Senin kemarin, indeks dolar AS ditutup menguat 0,205 poin atau 0,21 persen ke level 98,347.

Para investor juga menantikan simposium tahunan para gubernur bank sentral global mulai hari Jumat (23/8) di Jackson Hole, Wyoming.

Fokus khusus akan berpusat pada komentar Gubernur The Fed Jerome Powell tentang kebijakan moneter pada saat investor secara luas mengharapkan The Fed untuk menurunkan suku bunga lagi pada pertemuan berikutnya di bulan September.

"Serangkaian penurunan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed telah diperkirakan. Jadi dolar itu bisa mendapatkan dorongan baru jika Powell tidak terdengar dovish seperti yang diperkirakan dan memudarkan prospek penurunan suku bunga," kata Ishizuki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top