BEI Tandai Emiten Bermasalah, Ini Tanggapan APEI

Bursa Efek Indonesia menyematkan notasi khusus kepada 48 ticker saham milik perusahaan tercatat per 13 Agustus 2019.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  06:25 WIB
BEI Tandai Emiten Bermasalah, Ini Tanggapan APEI
Karyawan melintas di dekat layar penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Octavianus Budiyanto menanggapi positif terhadap kebijakan Bursa Efek Indonesia untuk menandai emiten bermasalah. Berikut tanggapan lengkapnya.

Ketua Umum APEI Octavianus Budiyanto mengatakan pemberian notasi khusus pada emiten yang bermasalah membawa beberapa manfaat bagi investor maupun emiten.

Dari sisi investor, dia menyebut kebijakan tersebut bisa memandu investor untuk memilih emiten yang berkinerja baik. Hal itu pula akan menggiring investor untuk memilih emiten berdasarkan fundamental bukan spekulasi.

Bursa Efek Indonesia menyematkan notasi khusus kepada 48 ticker saham milik perusahaan tercatat per 13 Agustus 2019. Artinya, terdapat 7,40% dari 648 emiten yang mengalami masalah dan patut diperhatikan oleh investor.

“Ada waktunya bagi investor untuk mulai melek, enggak cuma sekadar yang lain beli, jadi ikutan beli,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Senin (19/8/2019).

Selain itu, dia menuturkan investor transparansi di pasar modal juga bakal menarik masuknya investor baru. Terutama, investor muda karena kepercayaan terhadap pasar modal meningkat.

Sebagai gambaran, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia mencatat jumlah SID investor telah mencapai 2,07 juta per 9 Agustus 2019. Dari total tersebut, investor ritel berjumlah 2,04 juta dan sisanya berasal dari investor institusi.

“Saya harapkan jumlah investor baru bisa bertambah. Apalagi investor anak muda yang kami harapkan lebih melek investasi,” katanya.

Di sisi lain, emiten juga didorong menjadi lebih transparan. Hal itu, menurutnya, bakal menciptakan ekosistem yang positif bagi pasar modal.

“Ya harus begitulah. Investor enggak beli kucing dalam karung,” katanya.

Berikut daftar notasi khusus yang kini berlaku di BEI:

Notasi

Keterangan

B

Adanya permohoman pernyataan pailit

M

Adanya permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU)

E

Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif

S

Laporan keuangan terakhir menunjukkan tidak ada pendapatan usaha

A

Adanya opini tidak wajar (adverse) dari akuntan publik

D

Adanya opini “tidak menyatakan pendapat (disclaimer) dari akuntan publik

L

Perusahaan tercatat belum menyampaikan laporan keuangan

Berdasarkan data BEI per 13 Agustus 2019, sebagian besar emiten bermasalah tersebut mendapatkan notasi khusus E sebanyak 26 emiten dan notasi khusus L sebanyak 23 emiten.

Sementara itu, notasi khusus M diberikan kepada 2 emiten, notasi khusus S diberikan kepada 6 emiten, dan notasi khusus D kepada 5 emiten.

Berikut daftar emiten yang memiiki ekuitas negatif dan sebaiknya dihindari investor:

No

Kode

Nama

1

APEX.E

Apexindo Pratama Duta Tbk.

2

APOL.E

Arpeni Pratama Ocean Line Tbk.

3

ARGO.E

Argo Pantes Tbk.

4

BIMA.E

Primarindo Asia Infrastructure Tbk.

5

BORN.ESL

Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk.

6

BTEL.EDL

Bakrie Telecom Tbk.

7

CANI.E

PT Capital Nusantara Indonesia Tbk.

8

CNKO.E

Exploitasi Energi Indonesia Tbk.

9

CNTX.E

Centex Tbk.

10

DWGL.E

PT Dwi Guna Laksana Tbk.

11

ETWA.E

Eterindo Wahanatama Tbk.

12

GLOB.EL

Global Teleshop Tbk.

13

JKSW.E

Jakarta Kyoei Steel Works Tbk.

14

KARW.E

ICTSI JASA PRIMA Tbk.

15

MDRN.E

Modern Internasional Tbk.

16

OCAP.E

ONIX CAPITAL Tbk.

17

POLY.E

Asia Pacific Fibers Tbk.

18

SAFE.EL

Steady Safe Tbk.

19

TAXI.E

Express Transindo Utama Tbk.

20

TRIO.EDL

Trikomsel Oke Tbk.

21

UNSP.E

Bakrie Sumatera Plantations Tbk.

22

ZBRA.E

Zebra Nusantara Tbk.

23

SQMI.EL

RENUKA COALINDO Tbk.

24

LAPD.E

Leyand International Tbk.

25

SULI.E

SLJ Global Tbk.

26

MGNA.E

Magna Investama Mandiri Tbk.

Sumber: Bursa Efek Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, bei

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top