Refinancing Utang, Alam Sutera Realty (ASRI) Jual Gedung

PT Alam Sutera Realty Tbk. berencana menjual gedung untuk refinancing utang berdenominasi dolar sehingga eksposur perseroan terhadap utang global menurun.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  19:03 WIB
Refinancing Utang, Alam Sutera Realty (ASRI) Jual Gedung
Perumahan Alam Sutra / alamsutra

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Alam Sutera Realty Tbk. berencana menjual salah satu gedung miliknya dalam upaya menyehatkan kondisi keuangan perseroan.

Sebagai informasi pada awal tahun ini, emiten berkode saham ASRI itu menerbitkan surat utang untuk menutup utang sebesar US$175 juta dengan bunga 11,5% yang akan jatuh tempo pada 2021. Rencananya perseroan akan berupaya menutup utang tersebut dengan menjual aset perusahaan berupa gedung.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Presiden Direktur Alam Sutera Realty Joseph Sanusi Tjong. Dia mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk menurunkan eksposur atas utang global yang dimiliki perseroan.

“Seandainya ada kesempatan aset kita bisa terjual ada beberapa inventaris yang bisa terjual dalam skala besar sambil perlahan menurunkan eksposur utang global kami,” katanya pada Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, ada satu investor yang tengah menjajaki opsi untuk mengakusisi aset berupa gedung milik perseroan. Terdapat satu gedung dengan kapasitas 50 lantai yang baru terjual 15 persen. Artinya, masih ada potensi penjualan sebesar 85 persen dan itu yang tengah dilirik oleh para investor.

“Ada minat untuk membeli seluruh gedung, tapi tengah kami negosiasi supaya harganya sepadan," katanya.

Joseph menyebut itu akan menjadi salah satu penjualan strategis bagi emiten berkode saham ASRI itu. Namun, dia menyebut investor sangat berhati-hati sebelum memutuskan sambil menunggu kondisi ekonomi secara global dan domestik membaik.

Sebagai informasi, sampai dengan semester I/2019 emiten berkode ASRI itu mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,28 triliun. Jumlah tersebut turun 41% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,19 triliun.

Tidak hanya itu, laba bersih perseroan juga terkoreksi sedalam 70% pada paruh pertama tahun ini menjadi Rp151,3 miliar dari posisi Rp517,3 miliar pada semester I/2018.

Sampai dengan akhir Juni 2019, emiten pengembang Alam Sutera itu baru merealisasikan marketing sales Rp1,13 triliun atau 32,5% dari target setahun sebesar Rp4 triliun.

Target itu pun lebih kecil dibandingkan dengan capaian pada tahun lalu sebesar Rp4,3 triliun. Adapun pada Januari-Juni 2018, perseroan bisa mengantongi marketing sales sebesar Rp2,99 triliun.

Porsi marketing sales tahun ini pun lebih didominasi oleh rumah dan tanah sebesar Rp922 miliar,apartemen Rp252 miliar, tanah komersial dan ruko Rp167 miliar dan gedung perkantoran Rp4 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
alam sutera, emiten properti

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top