Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Emas Hong Kong Lari ke Singapura

Permintaan penyimpanan emas dinilai sudah mulai bergeser ke Singapura dari semula di Hong Kong dan China.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 19 Agustus 2019  |  16:10 WIB
Warga Hong Kong ikut serta dalam unjuk rasa damai memprotes rencana penerapan RUU Ekstradisi di Hong Kong, Jumat (14/6/2019). - Reuters/Jorge Silva
Warga Hong Kong ikut serta dalam unjuk rasa damai memprotes rencana penerapan RUU Ekstradisi di Hong Kong, Jumat (14/6/2019). - Reuters/Jorge Silva

Bisnis.com, JAKARTA - Meningkatnya gejolak politik di Hong Kong membuat banyak investor emas Hong Kong cenderung ketakutan sehingga membuat mayoritas investor mulai memindahkan asetnya ke Singapura.

Managing Partner J. Robart & Co. Joshua Robart mengatakan bahwa perusahaan jual, beli, dan simpan emas tersebut melihat adanya peningkatan permintaan penyimpanan emas yang cukup signifikan di Singapura. Permintaan penyimpanan emas tersebut dinilai sudah mulai bergeser ke Singapura dari semula di Hong Kong dan China.

“Rincian permintaan telah condong ke sekitar 75% untuk Singapura dan 10% untuk Hong Kong. Padahal sebelumnya, Hong Kong memiliki sekitar 50%-35% permintaan penyimpanan emas,” ujar Joshua seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (19/8/2019).

Protes yang dimulai pada awal Juni terhadap undang-undang pelonggaran ekstradisi ke China telah berubah menjadi sikap yang lebih luas terhadap aturan China terkait pusat keuangan.

Demonstran memaksa bandara internasional kota itu ditutup pada pekan lalu, dan kekhawatiran telah tumbuh bahwa pasukan China dari Tentara Pembebasan Rakyat mungkin dikerahkan untuk memulihkan ketertiban.

Hal tersebut dinilai menjadi sebuah langkah yang dapat mengambil risiko serangan balasan internasional dan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki terhadap perekonomian kota.

"Beberapa klien takut akan intervensi Tentara Pembebasan Rakyat di Hong Kong, atau penutupan bandara lainnya, yang akan membuat sulit untuk memindahkan emas mereka ke luar kota, karena emas dikirim pada penerbangan komersial," kata Rotbart.

Seperti yang diketahui, Singapura dan Hong Kong sering kali dibandingkan. Pasalnya, kedua negara tersebut merupakan pusat keuangan dunia.

Mengutip riset Bloomberg Intelligence, meningkatnya kekerasan di Hong Kong kemungkinan akan merusak iklim investasinya sehingga Singapura diprediksi akan menjadi penerima keuntungan dari situasi tersebut.

Bloomberg Intelligence mengatakan bahwa aliran modal Hong Kong dapat dialihkan ke pasar Asia lainnya seperti Singapura, sedangkan investor individu dapat mengalihkan kekayaan yang disimpan dalam produk asuransi Hong Kong ke negara-kota dan ke tempat lain.

Adapun, emas umumnya menjadi tempat berlindung di saat tekanan geopolitik atau finansial dan telah menjadi semakin berharga dalam beberapa bulan terakhir.

Harga emas berhasil mencapai US$1.500 per troy ounce pada awal Agustus untuk pertama kalinya dalam enam tahun karena investor mencari tempat lindung nilai akibat eskalasi perdagangan AS dan China serta memburuknya ekonomi global.

Sepanjang tahun berjalan, emas telah bergerak menguat hingga 17,6%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas hong kong
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top