Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Optimistis Cetak Laba Rp200 Miliar, Ini Strategi Arwana Citramulia (ARNA)

Pada semester I/2019, emiten dengan kode saham ARNA ini membukukan kenaikan penjualan 13,35% secara tahunan menjadi Rp1,05 triliun. Adapun, laba bersih tumbuh 46,64% menjadi Rp102,09 miliar pada periode yang sama.
/arwanacitra.com
/arwanacitra.com

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah ketatnya persaingan di industri keramik, PT Arwana Citramulia Tbk. meracik strategi untuk mencapai target laba sebesar Rp200 miliar pada 2019.

Direktur Arwana Citramulia Edy Suyanto mengatakan, perseroan memiliki segmen pasar yang berbeda dengan produk impor homogeneus tile dari China, India, maupun Vietnam.

Perusahaan keramik ini tetap fokus pada 3 produknya, yakni Arwana, Arna Digi dan Uno untuk memenuhi permintaan segmen menengah ke bawah. Perseroan menargetkan segmen Uno untuk kelas menengah.

"Kami jeli melihat pasar menengah yang cukup besar permintaan konsumen untuk membeli keramik dengan tampilan dan desain menengah ke atas tapi dengan harga yang lebih terjangkau," katanya kepada Bisnis.com, Rabu (14/8/2019).

Pada semester I/2019, emiten dengan kode saham ARNA ini membukukan kenaikan penjualan 13,35% secara tahunan menjadi Rp1,05 triliun. Adapun, laba bersih tumbuh 46,64% menjadi Rp102,09 miliar pada periode yang sama.

Secara geografis, sekitar 64,54% dari penjualan berasal dari Jawa, sedangkan 35,46% lainnya berasal dari Luar Jawa. Penjualan yang meningkat didorong kontribusi produk mix Uno yang merupakan keramik segmen menengah ke atas, hampir mengimbangi kontribusi produk best buy, keramik segmen menengah ke bawah.

Sebelumnya, perseroan mengincar produk Uno Digi dapat berkontribusi 56% dari semula 51% terhadap penjualan, disusul produk best buy 40%, dan produk reguler 4%.

"[Pertumbuhan didorong oleh] ASP meningkat sekitar 4% dari inovasi produk mix dan volume penjualan meningkat 9%," katanya belum lama ini.

Perseroan optimistis dapat mengantongi target laba bersih sebesar Rp200 miliar pada tahun ini, seiring dengan perolehan laba semester I/2019 telah mencapai separuh dari target sepanjang tahun ini.

Optimisme itu karena permintaan keramik mengalami peak season pada semester II seiring dengan bergulirnnya proyek infrastruktur pemerintah. Di samping itu, penyelenggaraan Pilpres dan Pileg yang berakhir damai diharapkan dapat menggairahkan sektor properti.

"Kami optimistis target laba Rp200 miliar pada 2019 dapat tercapai. Pencapaian semester I sangat sesuai ekspektasi yaitu 50% dari target laba 2019," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Azizah Nur Alfi
Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper