IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas Menguji Level Resistan 6.257

Pada pergerakan terakhir IHSG berhasil ditutup di atas level 6.200 dengan indikatif kuatnya level tersebut.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  06:40 WIB
IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas Menguji Level Resistan 6.257
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA--Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan menguat terbatas pada perdagangan Rabu (14/8/2019).

Pada akhir perdagangan Selasa (13/7/2019), indeks parkir di zona merah dengan pelemahan 0,63% ke level 6.210.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) yang cukup besar senilai Rp1,03 triliun seiring dengan pelemahan rupiah sebesar 0,53% ke level Rp14.325 per dolar AS.

Adapun sektor industri dasar dan konsumer menjadi penekan utama yang masing-masing turun 2,29% dan 1,26%.

Sementara itu, hanya sektor pertanian dan perdagangan yang menghijau dengan penguatan masing-masing 2,99% dan 0,06%.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menjelaskan, penguatan saham sektor pertanian diiringi oleh penguatan harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).

“Sentimen penegasan penerapan B30 pada awal tahun depan dan B50 pada akhir tahun menjadi katalis utama untuk produsen CPO,” tulis Lanjar dalam riset harian, Selasa (13/8/2019).

Adapun, penerapan B20 saat ini telah konsisten membantu negara menghemat U$5,5 miliar dari impor bahan bakar per tahun, sehingga pemerintah membuka peluang penambahan campuran CPO terhadap biosolar sebesar 30%—50% pada tahun depan.

Sementara itu, pasokan CPO di Malaysia dilaporkan turun selama bulan lalu karena naiknya impor CPO dari India dan China.

Dari sisi teknikal, Lanjar menjelaskan, indikator Stochastic, RSI dan MACD memberikan sinyal kejenuhan dalam trend penguatan dan bergerak menuju area oversold.

Meskipun, lanjutnya, pada pergerakan terakhir IHSG berhasil ditutup di atas level 6.200 dengan indikatif kuatnya level tersebut.

“Sehingga diproyeksikan IHSG akan bergerak menguat terbatas bertahan diatas level 6.200 meskipun dalam pergerakan yang cukup berat pada support—resistance 6.180–6.257,” tulis Lanjar.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menambahkan, pelemahan IHSG juga dibayangi oleh sentimen negatif dari global terutama situasi yang kurang kondusif di Hong Kong. Hal itu pun memicu aksi jual para investor.

Secara teknikal, Dennies menjelaskan, candlestick membentuk lower high dan lower low dan indikator stochastic membentuk deadcross mengindikasikan trend pelemahan masih akan berlanjut.

“Tekanan dari global diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG,” tulis Dennies.

Lanjar merekomendasikan saham-saham TBLA, AALI, LSIP, GGRM, BBNI, PNBN, ASII, ADRO, UNTR, dan ERAA untuk dicermati pada Rabu (14/8/2019). Sementara itu, Dennies merekomendasikan JSMR, ISAT, dan INCO.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, rekomendasi saham

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top