Penundaan Tarif Impor Dorong Aksi Beli, Wall Street Rebound

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 395,48 poin atau 1,53 persen ke level 26.302,85, sedangkan indeks S&P 500 menguat 45,75 poin atau 1,59 persen menjadi 2.928,84 dan Nasdaq Composite naik 154,46 poin atau 1,96 persen ke 8.017,87.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  06:11 WIB
Penundaan Tarif Impor Dorong Aksi Beli, Wall Street Rebound
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly

Bisnis.com, JAKARTA – Wall Street naik menguat pada perdagangan Selasa (13/8/2019) setelah pemerintahan Trump mengumumkan penundaan tarif impor China.

Saham teknologi, yang dipimpin oleh Apple Inc, menarik ketiga indeks utama AS ke zona hijau, meredakan kekhawatiran atas perang dagang AS-China dan meningkatnya kemungkinan resesi yang akan terjadi.

Dilansir Reuters, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan Washington akan menunda penerapan tarif tambahan 10 persen untuk produk tertentu dari China, termasuk laptop dan ponsel.

"Para pemburuh saham murah mulai masuk setelah pengumuman itu," kata Robert Pavlik, kepala analis investasi dan manajer portofolio senior di SlateStone Wealth LLC, seperti dikutip Reuters.

Namun, Pavlik memperingatkan agar tidak memberikan terlalu banyak optimisme, terlebih jika nantinya pembicaraan perdagangan tidak menunjukkan kemajuan.

"Ini mengingatkan ketika perundingan di Vietnam dan AS sedang dalam pembicaraan tentang mengakhiri perang. Ada harapan yang tinggi sebelumnya, namun diikuti oleh pukulan telak," lanjutnya.

Saham Apple, yang kemungkinan mendapat manfaat dari penundaan tarif, ditutup menguat 4,5 persen, sedangkan indeks Philadelphia SE Semiconductor naik 2,8 persen.

Sementara itu, indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS meningkat pada bulan Juli, dengan CPI inti, yang tidak termasuk harga bahan makanan dan energi, tumbuh sebesar 2,2 persen year-on-year, kenaikan terbesar dalam enam bulan dan jauh di atas target Federal Reserve AS sebesar 2 persen.

Data inflasi yang sehat tidak mungkin mengubah ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga tambahan dari Fed bulan depan karena bank sentral tengah bergulat dengan perang perdagangan AS-China.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 395,48 poin atau 1,53 persen ke level 26.302,85, sedangkan indeks S&P 500 menguat 45,75 poin atau 1,59 persen menjadi 2.928,84 dan Nasdaq Composite naik 154,46 poin atau 1,96 persen ke 8.017,87.

Seluruh 11 sektor utama indeks S&P 500 diperdagangkan di zona hijau, dengan sektor teknologi, layanan komunikasi, dan barang konsumsi mencatat persentase kenaikan terbesar.

Saham CBS Corp dan Viacom Inc keduanya naik 2,7 persen setelah salah satu sumber mengatakan kepada Reuters bahwa kedua perusahaan media ini telah mencapai kesepakatan mengenai merger.

Musim pendapatan kuartal kedua telah mencapai putaran terakhir, dengan 453 perusahaan di S&P 500 telah merilis laporan keuangannya. Dari jumlah tersebut, 73,3 persen di antaranya mencatat kinerja di atas perkiraan konsensus, menurut data Refinitiv.

Analis memperkirakan laba emiten pada indeks S&P 500 tumbuh 2,9 persen pada kuartal II/2019 secara year-on-year, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan 0,3 persen yang diperkirakan pada 1 Juli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top