Kontrak Menebal, Buana Lintas Lautan (BULL) Tambah 6 Unit Kapal

Pada 2019, PT Buana Lintas Lautan Tbk. menargetkan akan mendatangkan 9 unit kapal baru. Untuk menambah armada, BULL menyiapkan dana Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  18:54 WIB
Kontrak Menebal, Buana Lintas Lautan (BULL) Tambah 6 Unit Kapal
Iilustrasi kapal tanker - Reuters/Hamad I. Mohammed

Bisnis.com, JAKARTA — PT Buana Lintas Lautan Tbk. telah mendatangkan 6 unit kapal baru sejak Januari-Juli 2019.

Direktur Utama Buana Lintas Lautan Kevin Wong mengatakan perseroan menargetkan akan mendatangkan 9 unit kapal baru pada tahun ini. Untuk menambah armada, BULL menyiapkan dana Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun.

Dalam 7 bulan pertama tahun ini, perseroan baru mendatangkan 6 unit kapal baru. Dengan tambahan tersebut, total kapal yang dimiliki emiten bersandi saham BULL itu mencapai 23 unit.

Menurut Kevin, kapal baru milik perseroan belum beroperasi penuh pada semester I/2019. Namun, BULL meyakini bahwa kinerja pada paruh kedua tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Jadi kami berekspektasi bahwa peningkatan permintaan akan 5 kali—6 kali dari supply, jadi sejumlah pihak berekspektasi utilisasi kapal tanker dunia naik dari 87% tahun lau jadi 95% tahun ini,” ujarnya di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Menurutnya, permintaan pengangkutan kapal tanker pada tahun ini hingga 2020 berpotensi meningkat dua hingga tiga kali lipat.

Kevin mengungkapkan bahwa hingga semester I/2019, BULL telah mengalami peningkatan kontrak sebesar 40%—50% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Tahun ini pendapatan kami dari kontrak dibandingkan tahun lalu mungkin meningkat 80%—100%,” ujarnya.

Selain ekspansi armada, BULL tengah menjajaki peluang diversifikasi layanan pengangkutan. Kevin mengungkapkan bahwa perseroan tengah melakukan kajian tentang bisnis pengangkutan batu bara.

Perseroan menilai dengan banyaknya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang baru beropreasi membuat industri komoditas batu bara bergairah, sehingga perseroan tidak mau melepas peluang tersebut.

Untuk masuk ke bisnis tersebut, kata Kevin, perseroan sedang menjajaki opsi akuisisi perusahaan yang sudah beroperasi penuh atau melakukan penambahan kapal untuk pengangkutan batu bara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, buana lintas lautan

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top