IHSG Diproyeksi Melemah, Ini Saham-saham yang Jadi Rekomendasi

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher, mengatakan pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini dikarenakan minimnya sentimen dalam negeri.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  20:45 WIB
IHSG Diproyeksi Melemah, Ini Saham-saham yang Jadi Rekomendasi
Pengunjung mengambil gambar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (22/1). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (13/8/2019) diproyeksi melemah, akan bergerak pada kisaran 6.204 hingga 6.332.

Dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/8/2019), IHSG ditutup memerah pada level 6.260,50 atau turun 0,5 persen. Adapun, penurunan terdalam dialami sektor pertambangan yakni 1,24 persen. Kemudian, disusul sektor keuangan dengan penurunan 0,99 persen. Lalu, sektor perdagangan, pelayanan dan investasi turun 0,91 persen.

Di sisi lain, sektor infrastruktur dan transportasi memimpin penguatan dengan kenaikan 0,5 persen dan sektor konsumer naik 0,04 persen.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher, mengatakan pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini dikarenakan minimnya sentimen dalam negeri. Adapun, IHSG masih bakal melemah pada perdagangan berikutnya yakni di titik support 1 di 6.204 dan titik support 2 6.228. Kemudian, IHSG pun diperkirakan berada di titik resistance 1 yakni 6.292 dan resistance 2 6.332.

Perkiraan tersebut bertolak pada pertimbangan analisis teknikal candlestick membentuk pola evening star yang mengindikasikan pelemahan dalam jangka pendek. Selain itu, tekanan global masih bakal membayangi pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya.

“IHSG diprediksi melemah, Secara teknikal candlestick membentuk pattern evening star mengindikasikan akan terjadinya pelemahan dalam jangka pendek. Tekanan global juga diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan,” katanya dalam hasil risetnya.

Dengan proyeksi kondisi IHSG tersebut, Dennies merekomendasikan beberapa emiten seperti JSMR dengan target harga Rp6.050-Rp6.150, entry level di Rp5.800 hingga Rp5.900 dan stop loss Rp5.750.

Kemudian, ISAT dengan target harga Rp3.800-Rp3.850, entry level Rp3.350-Rp3.400 dan stop loss Rp3.550. Lalu, saham lain yang juga bisa menjadi perhatian yakni INCO dengan target harga Rp3.500 hingga Rp3.550, entry level diperkirakan berada di Rp2.930 hingga Rp2.980 dan stop loss Rp3.200.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi memperkirakan IHSG akan melanjutkan pelemahan dengan support dan resistance di kisaran 6.200 hingga 6.320. Secara teknis, Indikator Stochastic mendekati area overbought dan RSI bergerak bearish momentum. Sehingga dia memperkirakan IHSG akan kembali tertekan.

Dia pun merekomendasikan beberapa saham seperti INKP, TKIM, JSMR, META, WSKT, ADHI, ERAA, AKRA.

“Secara teknikal IHSG pulled back bearish trend dan break out MA200. Indikasi melanjutkan pelemahan dengan pengujian support. Indikator Stochastic mendekati area overbought dan RSI bergerak bearish momentum,” katanya.

Sementara itu, Artha Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham BBNI, GMFI, HMSP, INKP, WSBP, dan WSKT untuk dapat dicermati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI, rekomendasi saham

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top