AKSI EMITEN 9 AGUSTUS: Emiten Produsen Nikel Tangkap Peluang, PTPP Raih Kontrak Smelter

Berita mengenai sejumlah emiten produsen nikel yang bersiap menangkap peluang dari industri mobil listrik serta PT PP (Persero) Tbk yang mengantongi kontrak smelter nikel baru menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Jumat (9/8/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  08:42 WIB
AKSI EMITEN 9 AGUSTUS: Emiten Produsen Nikel Tangkap Peluang, PTPP Raih Kontrak Smelter
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai sejumlah emiten produsen nikel yang bersiap menangkap peluang dari industri mobil listrik serta PT PP (Persero) Tbk yang mengantongi kontrak smelter nikel baru menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Jumat (9/8/2019).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Emiten Produsen Nikel Tangkap Peluang.  Sejumlah emiten produsen nikel bersiap menangkap peluang dari industri mobil listrik yang membutuhkan komoditas tersebut sebagai bahan baku baterai. Sebagai informasi, Kamis (8/8), Presiden Joko Widodo mengungkapkan telah meneken Peraturan Presiden terkait dengan mobil listrik. Beleid itu bertujuan mendorong pelaku industri otomotif segera mempersiapkan segmen itu di Indonesia.

PTPP Raih Kontrak Smelter. PT PP (Persero) Tbk. mengantongi kontrak baru sebagai kontraktor pabrik peleburan atau smelter nikel yang memiliki nilai investasi US$127 juta. Emiten berkode saham PTPP itu telah meneken perjanjian kerja sama terkait dengan pembangunan pabrik peleburan atau smelter nikel dengan PT Macika Mineral Industri awal pekan lalu.

Kinerja PGAS Bakal Disokong Terminal LNG. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. meyakini beroperasinya terminal liqufi ed natural gas di Teluk Lamong, Jawa Timur, dapat menjaga keandalan pasokan dan ketersediaan gas untuk pelanggan sehingga berimbas positif terhadap kinerja perseroan pada tahun ini.

Penjualan CAMP Tumbuh, tetapi Laba Turun. PT Campina Ice Cream Industry Tbk. mengantongi penjualan Rp879,04 miliar atau tumbuh 3,10% secara tahunan pada semester I/2019. Namun, laba emiten berkode saham CAMP itu turun 2,22%.

Bank Woori Punya Dana Segar US$200 Juta. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. mengungkapkan masih memiliki medium term motes (MTN) valuta asing sebesar US$200 juta dari perusahaan induk untuk memenuhi kebutuhan likuiditas.

MI Pilih Big Caps. Sejumlah manajer investasi menjaga alokasi portofolio pada saham-saham big caps untuk mengoptimalkan kinerja produk reksa dana saham, seiring dengan adanya ketidakpastian pasar saat ini.              

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aksi emiten

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top