Bursa Asia Positif, IHSG Menguat 0,79 Persen pada Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,79 persen atau 49,23 poin ke level 6.253,42 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,33 persen atau 20,70 poin ke level 6.224,90.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  12:40 WIB
Bursa Asia Positif, IHSG Menguat 0,79 Persen pada Akhir Sesi I
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mantap bertahan di zona hijau pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (8/8/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,79 persen atau 49,23 poin ke level 6.253,42 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,33 persen atau 20,70 poin ke level 6.224,90.

Pada perdagangan Rabu (7/8), IHSG ditutup rebound dengan penguatan 1,38 persen atau 84,72 poin di level 6.204,19. Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.224,90-6.260,49.

Seluruh sembilan sektor menetap di zona hijau, dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat 1,94 persen dan sektor pertanian yang menguat 1,54 persen.

Sebanyak 236 saham menguat, 137 saham melemah, dan 279 saham stagnan dari 652 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang masing-masing melemah 1,18 persen dan 5,56 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG siang ini.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia mengungkapkan pergerakan IHSG masih akan menguat, dipengaruhi oleh rilis data cadangan devisa kemarin.

Dari dalam negeri, kemarin terdapat rilis data cadangan devisa sebesar US$125,9 miliar, meningkat dari US$123,8 miliar, sehingga memberikan sedikit keyakinan pasar bahwa BI dapat mempertahankan nilai tukar rupiah ditengah besarnya capital outflow dari pasar saham dan obligasi domestik.

Investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp216,9 miliar, mulai mereda dari dua hari sebelumnya sebesar Rp2,18 triliun dan Rp1,1 triliun.

“Namun, kami masih menyarankan investor domestik tetap berhati-hati dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif diiringi keluarnya kebijakan-kebijakan moneter di berbagai negara. Hari ini, kami memperkirakan IHSG menguat,” ungkap Samuel Sekuritas dalam risetnya, Kamis (8/8/2019).

IHSG menguat di saat indeks saham lainnya di Asia rata-rata ikut bergerak positif, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang menguat masing-masing 0,08 persen dan 0,47 persen, indeks Hang Seng menguat 0,61 persen, dan indeks Kospi Korea Selatan naik 1,03 persen.

Di China, dua indeks saham acuannya yakni Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing menguat 0,98 persen dan 1,22 persen pada pukul 12.04 WIB.

Dilansir Reuters, bursa saham Asia menguat setelah China merilis data perdagangan yang lebih baik dari perkiraan sekaligus membatasi penurunan yuan.

Berdasarkan data administrasi bea cukai China, ekspor meningkat 3,3 persen pada Juli dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kenaikan terbesar sejak Maret 2019.

Sementara itu, nilai impor turun 5,6 persen pada periode yang sama. Dengan ini, neraca perdagangan tercatat surplus sebesar US$45,1 miliar.

Capaian ekspor ini jauh melampaui estimasi sejumlah analis yang memperkirakan penurunan sebesar 1 persen, sebentara impor sebelumnya diperkirakan turun hingga 9 persen.

Sementara itu, indeks Bisnis-27 menguat 0,89 persen atau 4,85 poin ke level 550,45 dan indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), menguat 0,81 persen atau 5,39 poin ke level 674,63 pada akhir sesi I.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI, IHSG

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top