Sinyal Kuat EXCL Menuju Rp4.000

Solidnya kinerja emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. sepanjang paruh pertama tahun ini telah mendapat banyak apresiasi. 
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  07:11 WIB
Sinyal Kuat EXCL Menuju Rp4.000
XL Axiata

Bisnis.com, JAKARTA—Solidnya kinerja emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. sepanjang paruh pertama tahun ini telah mendapat banyak apresiasi. 

Selanjutnya, mampukan hal itu membuat saham berkode EXCL tersebut menguat hingga Rp4.000?

Stratefgi bisnis EXCL disebut telah terbayar pada semester I/2019 dengan berbalik untung sebesar Rp282,40 miliar dari posisi rugi Rp81,74 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan perseroan juga naik 10,95% ke level Rp12,26 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Rp11,05 triliun.

Analis Kresna Sekuritas Etta Rusdiana Putra menjelaskan, strategi bisnis EXCL yang ingin mengembangkan jaringan data dan mempromosikan produk dual brand XL—Axis sembari menarik pelanggan mulai memperlihatkan hasil nan positif pada paruh pertama tahun ini.

“Pendekatan [EXCL] itu mulai memperlihatkan hasil positif, dengan pendapatan bersih semester I/2019 sebesar Rp282,40 miliar, setara dengan 75,4% perkiraan kami dan 49,8% perkiraan pasar,” tulis Etta dalam riset terbarunya, seperti dikutip pada Rabu (7/8/2019).

Selain itu, EXCL juga diapresiasi karena dapat mengendalikan biaya-biaya, seperti biaya operasional yang hanya naik 3,0% yoy dan biaya jaringan yang naik 13,8% yoy, sementara perseroan berupaya memperluas dan meningkatkan jaringan 4G.

Ke depannya, menurut Etta, tantangan bagi EXCL adalah cara meningkatkan trafik karena pertumbuhannya mulai melambat sejak mencapai puncak sebesar 180,6% yoy pada kuartal I/2017.

Adapun, trafik data EXCL meningkat menjadi 1,5PB, naik 59,9% yoy, yang tercermin dalam yield sebesar Rp5.967/GB atau turun 18,2% secara tahunan.

Kendati demikian, sisi baiknya adalah harga mulai meningkat karena yield hanya turun sebesar 3,7% secara kuartalan dari -8,5% qoq pada kuartal I/2019.

“Kami menyukai strategi EXCL untuk memperlambat ekspansi jaringan dan lebih meningkatkan jaringan 4G dalam rangka mengakomodasi influx dari kompetitor,” tulis Etta.

Adapun, ekspansi backbone dinilai bakal mempercepat laju dan meningkatkan keandalan jaringan. Riset dari OpenSignal menunjukkan, rerata kecepatan download milik EXCL masih sebesar 7,4 Mbps, kalah dibandingkan Telkomsel yang sebesar 9,8 Mbps.

Analis JPMorgan Ranjan Sharma, Pranuj Shah, Vida M Cornelius, James R. Sullivan menambahkan, EXCL akan terus mendapatkan keuntungan pascaregulasi registrasi kartu SIM. Hal itu ditopang oleh peningkatan pangsa pasar perseroan

“Kami yakin, XL berada dalam posisi yang kuat untuk memanen pendapatan data dan ada ruang untuk perbaikan harga data ke depannya di pasar,” tulis Ranjan dkk. dalam riset terbarunya.

Adapun, EXCL memang telah memanen pendapatan data lewat kuatnya pertumbuhan penggunaan data seiring dengan perbaikan harga pada semester I/2019.

Adapun pendapatan dari layanan data telah menjadi kontributor utama terhadap pendapatan total, yaitu meningkat 29% menjadi Rp9,63 triliun sepanjang semester I/2019 dari Rp7,47 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dengan penggunaan data masih relatif rendah dan dukungan terus diberikan untuk perbaikan harga data, kami melihat TLKM/EXCL di posisi yang kuat untuk mendapatkan manfaat dari layanan data yang seharusnya dapat mendorong pertumbuhan pendapatan,” tulis Ranjan dkk.

Dengan demikian, Ranjan dkk. pun masih memberikan rekomendasi overweight untuk saham EXCL dengan target harga Rp3.900.Begitu pula, Etta merekomendasikan beli untuk EXCL dengan target harga Rp4.000.

Di lantai bursa, saham EXCL diperdagangkan menguat 2,87% ke level Rp3.230 pada pada pukul 14.30 WIB, Rabu (7/8/2019), dengan kapiitalisasi pasar Rp34,52 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
excl

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top