Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DEWA Bukukan Pendapatan US$129,57 Juta

Emiten menyatakan pengerjaan tambang proyek batubara Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal masih berkontribusi terbesar terhadap pendapatan perseoran.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  06:09 WIB
Aktivitas penambangan batu bara. - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Aktivitas penambangan batu bara. - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 11,67% atau senilai US$129,57 juta pada akhir semester I/2019 dari US$116,02 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Emiten menyatakan pengerjaan tambang proyek batubara Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal masih berkontribusi terbesar terhadap pendapatan perseoran.

"Pada Juni 2019, penghasilan dari sejumlah proyek seperti Kaltim Prima Coal melonjak 29,03% menjadi US$92,34 juta, pengerjaan tambang proyek batubara Asam-Asam milkik PT Arutmin Indonesia menyumbang pendapatan US$32,34 juta," kata Corporate Secretary DEWA Mukson Arif Roysidi dari rilis diterima Bisnis, Senin (5/8/2019).

Pendapatan lain, dari proyek batubara Satui milik PT Cakrawala Langit Sejahtera menghasilkan US$4,26 juta, proyek infrastruktur tambang PT Dairi Prima Mineral sebesar US$593.212 dan PT Citra Palu Mineral sebesar US$25.473.

Di sisi lain, laba bruto perseroan meningkat sebesaar 860,59% dari US$920.479 menjadi US$8,84 juta yang berkontribusi dari perbaikan efisiensi dan produktivitas.

Dengan demikian, kata dia, rugi bersih mengalami penyusutan sebesar US$2,12 juta pada Juni 2018 menjadi US$1,57 juta pada Juni 2019 ini karena adanya rugi selisih kurs.

Dari sisi aset naik menjadi US495,61 juta dari US$415,09 juta karena ditopang kenaikan persedian atas suku cadang untuk perbaikan alat berat.

Adapun aset lancar lainnya melonjak 9220,31% dari US$7,21 juta menjadi US$73,63 juta. Aset lancar ini berasal dari uang muka kepada pemasok, termasuk uang muka atas penerimaan pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk,. mencakup fasilitas perbaikan alat berat di proyek Bengalon dan Asam-Asam.

Darma Henwa mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar US$115,86 juta dari BRI pada 22 April 2019 lalu. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan dan pembelian peralatan pertambangan, serta kebutuhan operasional dan modal kerja.

Dengan meningkatnya utang bank yang bertujuan menopang kinerja perseroan, liabilitas per Juni 2019 meningkat dari US$184,29 juta menjadi US$266,37 juta.

Fasilitas pinjaman ini membuat total utang bank perseroan meningkat dari US$7,55 juta pada Juni tahun lalu menjadi US$116,57 juta pada Juni 2019.

Namun demikian, Darma Henwa mampu menekan utang sewa pembiayaannya hingga turun 46,58% dari US$7,01 juta ke posisi US$3,74 juta karena perseroan melakukan pembayaran sesuai dengan jadwal.

Sampai semester pertama tahun ini, Darma Henwa telah merealiasikan belanja modal US$10,52 juta. Realisasi belanja modal tersebut didominasi oleh pembelian mesin dan peralatan senilai US$10,28 juta.

DEWA menyebutkan, sepanjang semester pertama tahun 2019, jumlah coal delivery perseroan tumbuh lebih dari 20% menjadi 7,13 juta ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,94 juta ton.

Dari jumlah tersebut, proyek Bengalon berkontribusi terbesar mencapai 4,06 juta ton, proyek Asam-Asam menyumbang 2,64 juta ton, dan proyek Satui sebesar 417.817 ton.

Selain itu, DEWA memproduksi 45,83 juta bcm overburden pada Januari sampai Juni 2019, produksi batubara Perseroan mencapai 6,77 juta ton.

Proyek batubara Bengalon menghasilkan 3,88 juta ton batubara, proyek batubara Asam-Asam memproduksi 2,64 juta ton batubara, dan proyek batubara Satui memproduksi 240.371 ton batubara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top