Laju Indeks Bisnis-27 Dibayangi Sentimen Perang Dagang

Perang dagang AS-China akan memukul kinerja emiten yang mengandalkan pemasukan dari aktivitas ekspor. Investor pun disarankan untuk lebih mencermati saham-saham yang masih kuat di sektor domestik.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  14:42 WIB
Laju Indeks Bisnis-27 Dibayangi Sentimen Perang Dagang
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Eskalasi perang tarif antara AS dan China dinilai akan membayangi kinerja indeks Bisnis-27 pada paruh kedua tahun ini.

Performa indeks Bisnis-27 tercatat masih positif di level 1,38% secara year-to-date per Jumat (2/8/2019). Posisi tersebut pun masih underperform dari IHSG yang telah tumbuh 2,35% ytd.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan, perang dagang AS-China akan memukul kinerja emiten yang mengandalkan pemasukan dari aktivitas ekspor. Investor pun disarankan untuk lebih mencermati saham-saham yang masih kuat di sektor domestik.

Nafan merekomendasikan saham-saham dari sektor perbankan karena kinerja yang menarik ditopang oleh tren tingkat konsumsi dan permintaan domestik yang positif seperti BBNI dan BMRI.

“Perbankan ini menurut saya kinerjanya menarik, tren tingkat konsumsi bagus dan permintaan kredit posiitif. Belum lagi pemerintah juga menggenjot infrastruktur yang juga bisa positif untuk kredit,” kata Nafan kepada Bisnis.com, Minggu (4/8/2019).

Sementara untuk sektor konsumer, Nafan merekomendasikan ICBP, INDF, dan HMSP karena kinerja perusahaannya yang menarik.

Untuk HMSP, secara teknikal dinilai telah jenuh jual dan investor bisa akumulasi beli seiring dengan harganya yang sudah dianggap murah.

Free float-nya rendah, walaupun masih tergabung indeks LQ45, ini sentimen negatif untuk harga saham tersebut [HMSP],” tutur Nafan.

Top Leaders & Top Losers Indeks Bisnis-27 secara year-to-date
Kode SahamHarga Saham (Rp)
Kinerja SahamKode SahamHarga Saham (Rp)
Kinerja Saham
MIKA2.160+37,14%INKP7.100-37,79%
BBRI4.450+25,91%BDMN4.900-34,55%
INTP21.850+21,73%PTBA2.690-31,28%
BBCA30.825+19,64%CPIN5.075-28,06%
TLKM4.280+18,98%SCMA1.395-23,87%
SMGR12.950+14,67%HMSP3.000-16,16%
BSDED1.435+14,34%ASII7.075-12,16%
TPIA6.625+12,28%INCO2.890-11,35%
PGAS2.320+9,43%TKIM10.075-9,23%
BMRI7.675+7,43%UNTR24.575-7,37%
ANTM900+5,75%BBNI8.100-5,75%
ACES1.715+5,71%KLBF1.455-4,28%
ICBP10.850+5,27%MYOR2.500-3,45%
ITMG19.225+3,83%INDF7.075-2,67%
JPFA1.605+2,88%PWON700-1,13%

Sumber: Bloomberg, Kinerja Indeks Bisnis-27 periode 2 Januari-3 Agustus 2019.

Adapun, kinerja konstituen indeks Bisnis-27 pada semester I/2019 yang masih sesuai dengan ekspektasi telah didorong oleh kondisi perekonomian domestik dan kebijakan moneter yang kondusif.

Menurut Nafan, sisi stabilitas dari dalam negeri kini sudah tercapai dan target berikutnya adalah mengejar pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, apabila pertumbuhan ekonomi positif tentu akan membawa sentimen positif bagi kinerja emiten.

Nafan mengakui, beberapa saham penghuni indeks Bisnis-27 telah mengalami penurunan seiring dengan kinerja yang menurun.

Kendati rata-rata pergerakan harga saham konstituen indeks Bisnis-27 mengarah ke bawah, penurunan ini dinilai bisa membuat valuasi saham menjadi menarik dan harganya menjadi murah.

“Mudah-mudahan di semester II/2019 nanti pelaku pasar ramai melakukan akumulasi beli. Indeks Bisnis-27 secara teknikal saat ini masih dalam tren konsolidasi, untuk jangka menengah. Yang penting tidak downtren,” imbuh Nafan.

Adapun, pada akhir tahun, indeks Bisnis-27 dinilai akan mampu lebih menguat lagi tertopang oleh sentimen window dressing yang dilakukan investor pada akhir dan awal tahun.

Grafis Kinerja IHSG, Indeks Bisnis-27, Indeks IDX30, Indeks LQ-45 year-to-date

Sumber: Bloomberg, per 5 Agustus 2019 pukul 14:20 WIB

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham, indeks bisnis27

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top