Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Obligasi Berpotensi Menguat

Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan secara teknis, pada jangka pendek pasar obligasi tengah berada di fase penurunan harga karena pada kurva, pergerakan harga obligasi telah menyentuh garis support.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  09:35 WIB
Pasar Obligasi Berpotensi Menguat
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi bahwa pasar obligasi berpotensi menguat pada perdagangan hari inj meskipun akan dibuka bervariasi.

Dalam hasil riset hariannya, Kamis (1/8/2019), Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan secara teknis, pada jangka pendek pasar obligasi tengah berada di fase penurunan harga karena pada kurva, pergerakan harga obligasi telah menyentuh garis support.

Namun, pada jangka menengah dan panjang terbuka peluang bahwa harga obligasi berbalik arah menjadi naik. “Pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka bervariatif dengan potensi menguat,” ujarnya.

Dia menuturkan terdapat beberapa sentimen yang memengaruhi perdagangan hari ini. Pertama, pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin.

Hal ini menjadi yang pertama kali dalam delapan tahun terakhir. Kendati demikian pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa suku bunga akan kembali turun pada sisa tahun 2019.

Dia memperkirakan suku bunga acuan Bank Sentral AS bakal turun lagi pada September atau Desember. Hal ini meningkatkan peluang bahwa kebijakan yang sama akan diikuti Bank Indonesia dengan melakukan pemangkasan suku bunga acuan.

Di sisi lain, Trump kurang puas dengan keputusan tersebut karena dianggap kurang agresif. Adapun, penurunan 25 basis poin pada suku bunga acuan AS bertolak pada data inflasi Juni yang menyentuh 1,6% atau lebih rendah dari target 2%.

Kedua, China-AS akan menggelar pertemuan guna membahas kelanjutan negosiasi perang dagang pada September. Alasannya, pertemuan sebelumnya ditutup dengan progres yang cukup baik sehingga bisa dilanjutkan melalui pertemuan di Washington. Hal-hal seperti masalah transfer teknologi, hak kekayaan intelektual, layanan, hambataan non tarif dan produk pertanian telah dibahas. Adapun, China pun mengonfirmasi pembelian tambahan untuk produk pertanian AS.

Atas pertimbangan dua sentimen tersebut, dia merekomendasikan agar investor melakukan aksi beli pada perdagangan hari ini.

“Kedua sentimen positif ini akan menjadi booster hari ini bagi pergerakan pasar modal hari ini, baik saham maupun obligasi. Kami merekomendasikan beli hari ini.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi
Editor : M. Taufikul Basari
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top