Kurs Jisdor Menguat ke Rp14.026, Rupiah Terapresiasi Tipis di Pasar Spot

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.026 per dolar AS, menguat 8 poin atau 0,06 persen dari posisi Rp14.034 pada Selasa (30/7).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  10:38 WIB
Kurs Jisdor Menguat ke Rp14.026, Rupiah Terapresiasi Tipis di Pasar Spot
Ilustrasi uan tunai rupiah. (Antara)

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.026 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (30/7/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.026 per dolar AS, menguat 8 poin atau 0,06 persen dari posisi Rp14.034 pada Selasa (30/7).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 4 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.024 per dolar AS pada pukul 10.17 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka rebound dengan penguatan 8 poin atau 0,06 persen di level Rp14.020 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan kemarin, Selasa (30/7) ditutup melemah 8 poin atau 0,06 persen di posisi Rp14.028 per dolar AS.

Sepanjang pagi ini, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp14.020 – Rp14.028 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau menguat 0,012 poin atau 0,01 persen ke level 98,062 pada pukul 10.08 WIB.

Indeks dolar sebelumnya dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,014 poin atau 0,01 persen ke level 98,036, setelah pada perdagangan Selasa (30/7) ditutup menguat 0,006 poin atau 0,01 persen ke level 98,050.

Dilansir Reuters, dolar AS stabil pada hari ini karena pelaku pasar menantikan hasil pertemuan Federal Reserve serta keputusan pemangkasan suku bunga AS.

Dengan pasar yang memprediksi The Fed akan menurunkan suku bunganya sebesar 25 basis poin, investor fokus pada apakah bank sentral AS tersebut membuka kemungkinan pelonggaran kebijakan lebih lanjut.

"The Fed kemungkinan akan mencoba dan tidak menghancurkan prospek penurunan suku bunga di masa depan yang diperkirakan oleh pasar. Tetapi pada saat yang sama Jerome Powell tentu saja tidak dalam posisi menjanjikan pemangkasan di masa mendatang, sehingga ia diharapkan untuk mempertahankan kata-kata sejelas mungkin," kata Yukio Ishizuki, analis valas senior di Daiwa Securities, seperti dikutip Reuters.

 

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
TanggalKurs

31 Juli

14.026

30 Juli

14.034

29 Juli

14.010

26 Juli

14.001

25 Juli

13.986

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top