Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pilarmas Investindo : Pergerakan Pasar Obligasi Tertahan Lelang SUN

Pemerintah akan melelang dua seri Surat Utang Negara (SUN) baru pada Selasa (30/7/2019).
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  08:31 WIB
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Pilarmas Investindo memperkirakan pasar obligasi pada perdagangan hari ini, bakal tertahan lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada Selasa (30/7/2019).

Dalam riset hariannya, Senin (29/7), Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan dalam jangka pendek, terbuka peluang kenaikan harga obligasi kendati kecenderungannya justru turun apabila merujuk pada tren jangka menengah hingga panjang. Adapun pergerakan pasar pada hari ini, dipengaruhi aksi pelaku pasar untuk menunda transaksi menjelang lelang SUN.

Pada lelang besok, ada dua seri SUN baru yang ditawarkan yakni FR0081 dan FR0082. Dia memperkirakan ruang pergerakan obligasi pada perdagangan hari ini berada di rentang 35-60 basis poin (bps).

"Kami melihat bahwa pasar akan wait and see hari ini, karena mereka ingin mengikuti lelang yang akan diadakan pemerintah esok hari," ujar Nico.

Di sisi lain, ada beberapa faktor eksternal. Pertama, kelanjutan negosiasi perang dagang AS-China, di mana Presiden AS Donald Trump memperkirakan negosiasi mencapai titik akhir pada masa kepemimpinan presiden AS yang baru.

Kedua, momentum penurunan suku bunga oleh The Fed yang diperkirakan berada di kisaran 25 bps. Namun, pasar tetap berharap ada ruang pelonggaran lebih kendati apabila penurunan suku bunga direalisasikan, hal itu akan menjadi yang pertama dalam 10 tahun terakhir.

"Kami merekomendasikan wait and see pada hari ini dengan potensi beli, tapi dengan volume terbatas. Pernyataan apapun mungkin akan menjadi sentimen yang menggerakkan pasar," papar Nico.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top