Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hanya Satu Sektor yang Menguat, IHSG Melemah pada Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,62 persen atau 39,06 poin ke level 6.286,17 pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Padahal, IHSG sempat dibuka rebound dengan penguatan 0,18 persen atau 11,61 poin ke level 6.3636,84.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  12:43 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (29/7/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,62 persen atau 39,06 poin ke level 6.286,17 pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Padahal, IHSG sempat dibuka rebound dengan penguatan 0,18 persen atau 11,61 poin ke level 6.3636,84.

IHSG mampu rebound setelah pada perdagangan Jumat (26/7), IHSG ditutup merosot 1,19 persen atau 76,13 poin ke level 6.325,24.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.285,44 – 6.349,37.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG melemah pada akhir sesi I, dipimpin oleh sektor barang konsumsi yang turun 1,8 persen. Di sisi lain, hanya sektor aneka industri yang positif dengan penguatan 0,4 persen.

Dari 652 saham yang diperdagangkan, 138 saham menguat, sedangkan 233 saham melemah, dan 281 saham lainnya stagnan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang melemah 3,09 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG di akhir sesi I, disusul saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang melemah 2,90 persen.

Artha Sekuritas memperkirakan IHSG masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan awal pekan ini.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menjelaskan IHSG melemah karena muncul kekhawatiran investor bahwa The Fed belum akan menurunkan suku bunga setelah melihat beberapa data perekonomian masih dinilai cukup baik.

"Indikator stochastic bergerak melebar setelah mengalami deadcross," tulisnya dalam riset harian, Senin (29/7).

Adapun pergerakan indeks pada awal pekan ini, dinilai masih dibayangi oleh kekhawatiran investor terkait faktor global. Investor diperkirakan wait and see menjelang keputusan resmi kebijakan suku bunga The Fed.

Indeks saham lainnya di Asia rata-rata ikut melemah siang ini, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang masing-masing turun 0,35 persen dan 0,38 persen.

Di China, dua indeks saham acuannya yakni Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing turun 0,12 persen dan 0,13 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,4 persen.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah melemah 12 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.021 per dolar AS pukul 11.30 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BEI IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top