Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Tunggu Pertemuan ECB, Bursa Asia Menguat

Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Kamis (25/7/2019) karena data ekonomi yang lemah memicu harapan Bank Sentral Eropa dapat memangkas suku bunga pada pertemuan yang dimulai hari ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  15:42 WIB
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor sekuritas, Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor sekuritas, Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Kamis (25/7/2019) karena data ekonomi yang lemah memicu harapan Bank Sentral Eropa dapat memangkas suku bunga pada pertemuan yang dimulai hari ini.

Indeks Nikkei 225 Jepang menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga bulan terakhir sebelum memangkas kenaikan menjadi 0,26 persen. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia mendekati level tertinggi 12 tahun.

"Suku bunga yang lebih rendah umumnya menjadi kabar baik untuk ekuitas," kata Jim McCafferty, kepala penelitian ekuitas di Nomura Holdings, seperti dikutip Reuters.

Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China menguat masing-masing 0,48 persen, karena investor melihat harapan untuk pertemuan tatap muka antara negosiator AS dan China pekan depan, bahkan jika hanya ada sedikit tanda bahwa pertemuan tersebut akan menghasilkan kemajuan nyata dalam perang perdagangan kedua negara.

Di sisi lain, indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,46 persen karena saham produsen chip terkemuka berbalik melemah di tengah ketegangan perdagangan Korsel dengan Jepang.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang, yang telah cenderung bergerak flat sepanjang perdagangan, bertahan di zona hijau dengan penguatan 0,23 persen.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Investor saham pada umumnya mendapat angina segar dalam beberapa hari terakhir dengan harapan beberapa kemajuan dalam negosiasi perdagangan China-AS, dan harapan pelonggaran kebijakan moneter.

Memperkuat ekspektasi tersebut, serangkaian indeks manajer pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) di Amerika Serikat dan Eropa pada hari Rabu mencatat angka yang lebih rendah dari perkiraan.

"Ekuitas telah sebagian besar menangkal kondisi global yang lebih lemah mengingat prospek pelonggaran bank sentral, dan musim pendapatan yang sejauh ini mencatat 78 persen dari emiten di indeks S&P 500 AS melampaui perkiraan," kata Tapas Strickland, direktur ekonomi dan pasar di National Australia Bank.

Perhatian pasar pada hari Kamis akan tertuju pada keputusan suku bunga ECB setelah data PMI menunjukkan manufaktur zona euro terkontraksi untuk bulan keenam berturut-turut.

"Dengan proyeksi penurunan suku bunga mencapai 50 persen, pasar mengharapkan setidaknya ada perubahan sikap Mario Draghi menjadi lebih dovish," ungkap tim riset ANZ dalam sebuah catatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top