Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemangkasan Proyeksi Pertumbuhan IMF Pacu Penguatan Emas

IMF telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,2 persen untuk tahun ini.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  13:43 WIB
Ilustrasi emas
Ilustrasi emas

Bisnis.com, JAKARTA -- Harga emas berjangka berhasil bergerak lebih tinggi pada perdagangan Rabu (24/7/2019), pulih dari koreksi yang terjadi hampir sepanjang perdagangan satu pekan lalu di tengah pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF.

Analis PT Monex Investindo Futures Andian mengatakan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang dilakukan IMF untuk kedua kalinya pada tahun ini, telah memicu minat investor untuk mengumpulkan aset safe haven.

Pada laporan kuartalannya, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,1 persen dibandingkan dengan proyeksi pada April 2019. Proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 3,2 persen pada tahun ini dan 3,5 persen pada 2020, menjadi perkiraan pertumbuhan paling rendah selama krisis finansial, saat ini.

"Kemudian, pasar saat ini, akan berfokus pada data manufaktur dan servis PMI AS yang akan dirilis malam nanti. Apabila dirilis lebih rendah dari ekspektasi, berpeluang untuk membantu penguatan harga emas," ujar Andian seperti dikutip dari publikasi risetnya, Rabu (24/7).

Dia memperkirakan emas bergerak dengan level support di US$1.415 per troy ounce, US$1.407,55 per troy ounce, hingga US$1.401 per troy ounce dan level resisten di US$1.4300 per troy ounce, US$1.441,5 per troy ounce, hingga US$1.453 per troy ounce.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Rabu (24/7) hingga pukul 13.21 WIB, harga emas berjangka untuk kontrak Agustus 2019 di bursa Comex bergerak stabil di level US$1.420,4 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas di pasar spot menguat 0,24% menjadi US$1.421,25 per troy ounce.

Katalis positif lain bagi pergerakan emas adalah perkiraan pemangkasan suku bunga beberapa bank sentral di dunia pada pekan ini, seperti Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Turki. Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang makin memanas juga menambah minat investor untuk mengumpulkan aset investasi aman.

Di sisi lain, penguatan dolar AS telah membatasi kenaikan emas pada saat ini. Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang mayor bergerak stabil cenderung menguat di level 97,683.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan pejabat senior AS lainnya dijadwalkan untuk berangkat ke China pada pekan depan untuk melakukan negosiasi perdagangan tingkat tinggi pertama sejak Mei 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi global emas
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top