Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Global Teleshop (GLOB) Masih Kaji Peluang Bisnis Rokok Elektrik

Direktur Independen Global Teleshop Mely mengatakan bahwa hingga saat ini perseroan belum memiliki rencana untuk masuk ke bisnis rokok elektrik. Pasalnya, perseroan masih ingin fokus pada bisnis penjualan ponsel.
NCIG International memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia melihat potensi pasar rokok elektrik yang besar. /FOTO REUTERS
NCIG International memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia melihat potensi pasar rokok elektrik yang besar. /FOTO REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA — Ditributor telepon seluler PT Global Teleshop Tbk. menyebut masih mengkaji untuk memasuki lini bisnis penjualan rokok elektrik di Indonesia.

Direktur Independen Global Teleshop Mely mengatakan bahwa hingga saat ini perseroan belum memiliki rencana untuk masuk ke bisnis rokok elektrik. Pasalnya, perseroan masih ingin fokus pada bisnis penjualan ponsel.

“Secara manajemen terus terang kami harus diskusikan juga untuk ini, memang kalo dilihat sudah ada yang mulai, tapi kalau kami masih mengkaji, so far belum ada rencana ke arah sana,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (22/7/2019).

Kendati demikian, perseroan tidak menutup kemungkinan untuk masuk ke bisnis tersebut. Dia mengatakan bahwa perseroan masih mempertimbangkan bisnis tersebut.

Namun, hingga saat ini, perseroan masih belum memulai untuk memperhitungkan peluang bisnis dari penjualan rokok elektrik.

“Kalau ditanya ingin masuk, ya kenapa tidak, tidak ada salahnya kami mempertimbangkan, cuma kami belum ada rencana,” pungkasnya.

Penjualan ponsel masih merupakan sumber terbesar terhadap pendapatan emiten berkode saham GLOB tersebut, pada kuartal I/2019 perseroan mengantongi pendapatan senilai Rp57,95 miliar dengan kontribusi penjualan ponsel senilai Rp39,63 miliar.

Pada periode tersebut, pendapatan perseroan tergerus cukup dalam yakni 64% dari tahun sebelumnya senilai Rp160,96 miliar. Sementara itu, rugi bersih tahun berjalan perseroan turun menjadi Rp6,45 miliar dari rugi tahun sebelumnya senilai Rp11,91 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Ridwan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper