TBIG dan TOWR Realisasikan Buy Back Saham

Pembelian kembali saham dilakukan perseroan sebagai opsi pengembalian kepada pemegang saham.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  18:39 WIB
TBIG dan TOWR Realisasikan Buy Back Saham
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) merealisasikan buy back saham.

Dikutip dari keterbukaan informasi yang dikutip Jumat (19/7/2019), TBIG telah membeli kembali 110,94 juta saham dengan rata-rata harga pembelian sebesar Rp4.625 per saham. Transaksi itu dilakukan pada periode 30 April 2018 hingga 30 Juni 2019.

Dengan demikian, TBIG masih mengantongi dana buy back saham sebesar Rp686,84 miliar dari alokasi Rp1,2 triliun untuk menyerap sebanyak-banyaknya 204 juta saham perseroan.

Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan pembelian kembali saham dilakukan perseroan sebagai opsi pengembalian kepada pemegang saham.

Perseroan melakukan pengembalian saham kepada pemegang saham dalam bentuk pembagian dividen maupun buyback. Namun, dia menyebut belum ada rencana untuk melepas sahamnya kembali.

Perinciannya, buyback telah dilakukan perseroan tiga kali yang dimulai pada 30 April-30 Juni 2018 dengan jumlah saham yang dibeli 75,54 juta lembar ketika harga rata-rata saham sebesar Rp4.986 per saham.

Kemudian, buyback kembali dilakukan pada 1 Juli-31 Desember 2018 dengan jumlah 20,67 juta ketika harga saham rata-rata sebesar Rp4.052. Terakhir, pembelian dilakukan pada 1 Januari-30 Juni 2019 sebanyak 14,73 juta ketika harga rata-rata saham senilai Rp3.583.

“Sebagai salah satu inisiatif pengembalian kepada pemegang saham yang dilakukan dalam bentuk pembagian dividen maupun buy back,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, baru-baru ini.

Dia pun menyebut nilai maksimal pembelian kembali saham Rp1,2 triliun berasal dari saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

Senada, TOWR juga belum lama ini merealisasikan aksi buy back. Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Adam Ghifari mengatakan perseroan melakukan buyback karena harga saham yang beredar masih tergolong murah. Di sisi lain, terdapat prospek pertumbuhan dan likuiditas yang cukup baik.

Dikutip dari keterbukaan informasi, perseroan mengeluarkan biaya Rp65,58 miliar untuk buy back dengan membel 88,3 juta saham TOWR. Adapun, nilai tersebut dibelanjakan pada paruh pertama 2019 dengan total 56 kali transaksi. Transaksi dilakukan dengan rata-rata harga pembelian mulai dari rentang Rp672 hingga Rp845 per saham.

“Kami merasa harga saham masih cukup murah sementara prospek pertumbuhan masih cukup baik. Selain itu, kami memiliki likuiditas keuangan yang baik untuk dapat melakukan buy back,” kata Adam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, Aksi Korporasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top