The Fed Perkuat Ekspektasi Penurunan Suku Bunga, Wall Street Menguat

Bursa saham Amerika Serikat menguat pada perdagangan Kamis (18/9/2019) menyusul komentar dari Presiden The Fed wilayah New York, John Williams, yang membantu memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga dari bank sentral AS pada akhir bulan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  06:17 WIB
The Fed Perkuat Ekspektasi Penurunan Suku Bunga, Wall Street Menguat
Bursa Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat menguat pada perdagangan Kamis (18/9/2019) menyusul komentar dari Presiden The Fed wilayah New York, John Williams, yang membantu memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga dari bank sentral AS pada akhir bulan.

Dilansir Reuters, Williams mengatakan bahwa ketika suku bunga dan inflasi rendah, pembuat kebijakan harus bersiap menunggu masalah ekonomi potensial terwujud.

"Dia (Williams) mengikuti garis partai di The Fed, yang pada dasarnya menyiratkan bahwa pemotongan suku bunga adalah hal yang benar dilakukan pada perekonomian saat ini," kata Chris Zaccarelli, kepala investasi di Independent Advisor Alliance, seperti dikutip Reuters.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 3,12 poin atau 0,01 persen ke level 27.222,97, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 naik 10,69 poin atau 0,36 persen ke 2.995,11 dan Nasdaq Composite menguat 22,04 poin atau 0,27 persen ke 8.207,24.

Sebelum komentar Williams, indeks melemah karena saham Netflix Inc anjlok 10,3 persen menyusul rilis laporan keuangan dengan target pelanggan baru di luar negeri yang meleset dari perkiraan.

Pelemahan Netflix memicu penurunan 0,9 persen di sektor layanan komunikasi, yang telah menjadi salah satu sektor sektor di indeks S&P dengan kinerja terbaik sepanjang tahun ini.

"Saya pikir ada asumsi ini bahwa apa pun yang terjadi secara global orang akan duduk di rumah dan menonton televisi dan mendengarkan Netflix," kata Jack Ablin, mitra pendiri dan kepala investasi di Cresset Asset Management.

Di antara laporan laba yang positif, saham Philip Morris International Inc naik 8,2 persen setelah perusahaan tembakau menaikkan prospek laba setahun penuh. Sementara operator kereta api Union Pacific Corp melonjak 5,9 persen setelah laba perusahaan melampaui ekspektasi.

International Business Machines Corp naik 4,6 persen karena laba kuartalan perusahaan mencatat pertumbuhan yang kuat menyusul pertumbuhan dalam bisnis cloud yang memiliki margin tinggi.

Saham Morgan Stanley menguat 1,5 persen setelah bank tersebut membukukan laba kuartal II/2019 yang lebih baik dari perkiraan. Indeks S&P 500 perbankan menguat 0,9 persen melemah tiga hari berturut-turut.

"Saya kira kabar baiknya adalah harapan pada musim pendapatan kali ini cukup rendah. Para analis telah memperkirakan penurunan laba dibanding periode tahun lalu dan jadi sekarang sepertinya pendapatan itu sendiri lebih baik dari yang diharapkan," ungkap Ablin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top