Harga SUN Bergerak Terbatas Menanti Keputusan Suku Bunga BI

Pelaku pasar mencermati sikap Bank Indonesia. Rencananya, pada hari ini kepastian pemangkasan bakal terungkap sehingga pelaku pasar menanti kepastian dari BI.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  09:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Harga surat utang negara (SUN) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak terbatas karena menanti keputusan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan.

Dalam hasil riset hariannya, Kamis (18/7/2019), Analis MNC Sekuritas I Made Adi Saputra mengatakan pelaku pasar mencermati sikap Bank Indonesia. Rencananya, pada hari ini kepastian pemangkasan bakal terungkap sehingga pelaku pasar menanti kepastian dari BI.

Dari sisi eksternal, pelaku pasar pun menantikan data persediaan minyak mentah AS dan inflasi negara di Eropa.

"Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga Surat Utang Negara akan cenderung bergerak terbatas dimana pelaku pasar akan mencermati beberapa data ekonomi yang akan disampaikan diantaranya adalah data rilisnya suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) oleh Bank Indonesia," ujarnya.

Adapun, pada perdagangan sebelumnya, surat utang global ditutup dengan perubahan bervariasi dan cenderung menurun. Sebagai contoh, imbal hasil surat utang Jerman bertenor 10 tahun yang ditutup turun terbatas ke level -0,294%.

Selain itu, surat utang Inggris bertenor sama mengalami penurunan di level 0,753%. Surat utang AS bertenor 10 tahun dan 30 tahun juga kompak menurun pada level 2,055% dan 2,566%.

Dari dalam negeri, perdagangan sebelumnya ditutup dengan penurunan terbatas harga SUN. Penurunan harga SUN disebabkan tensi perang dagang yang kembali memanas akibat ancaman Trump kepada China. Di sisi lain, pelaku pasar domestik masih ragu dengan keputusan BI sehingga melakukan aksi wait and see.

Secara keseluruhan, koreksi harga pada perdagangan sebelumnya mendorong kenaikan imbal hasil SUN tenor 5 tahun dan 10 tahun. Keduanya kompak naik dengan bobot masing-masing 2 basis poin dan 3 basis poin sehingga berada di level 6,589% untuk tenor 5 tahun serta 7,110% untuk tenor 10 tahun.

Alhasil, pada volume perdagangan SUN akhir pekan tercatat Rp22,16 triliun dari 46 seri dengan volume perdagangan seri acuan yang dilaporkan senilai Rp7,41 triliun. Volume perdagangan tertinggi dicetak oleh Obligasi Negara seri FR0077 senilai Rp4,64 triliun dari 63 kali transaksi. Lalu, seri FR0080 senilai Rp1,73 triliun dari 104 kali transaksi.

Untuk transaksi sukuk negara seri PBS021 senilai Rp2,4 triliun dari 2 kali transaksi dan diikuti oleh seri PBS003 sebesar Rp500 miliar dari 2 kali perdagangan.

Untuk perdagangan obligasi korporasi, volume perdagangan yang tercatat senilai Rp545 miliar dari 37 seri. Adapun, Sukuk Wakalah Medco Power Indonesia II Tahun 2019 Seri A(SWMEDP02A) menjadi obligasi korporasi dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp80 miliar dari 2 kali transaksi. Kenudian diikuti Obligasi Indofood Sukses Makmur VIII Tahun 2017 (INDF08) senilai Rp51 miliar dari 5 kali transaksi.

Dengan pertimbangan tersebut, dia merekomendasikan kepada investor untuk mencermati beberapa seri SUN tenor pendek dan menengah. Seri yang bisa dicermati pada perdagangan hari ini yaitu FR0034, FR0053, FR0070, FR0056, FR0059, FR0042, FR0047, dan FR0058.

"Kami masih menyarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga Surat Utang Negara dengan melakukan strategi trading di tengah harga Surat Utang Negara yang masih bergerak berfluktuasi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top