Kurs Jisdor Melemah, Rupiah Bertahan di Bawah Level 14.000

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.949 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (17/7/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  10:40 WIB
Kurs Jisdor Melemah, Rupiah Bertahan di Bawah Level 14.000
Transkasi penukaran uang rupiah di sebuah money changer di Jakarta, Selasa (4/9/2018). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.949 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (17/7/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp13.949 per dolar AS, melemah 24 poin atau 0,17 persen dari posisi Rp13.925 pada Selasa (16/7).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 26 poin atau 0,19 persen ke level Rp13.961 per dolar AS pada pukul 10.01 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (16/7), rupiah terdepresiasi 0,11 persen atau 15 poin dan berakhir di level Rp13.935 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah mulai berlanjut setelah dibuka terdepresiasi tipis 0,04 persen atau 6 poin di level Rp13.941 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.941-Rp13.962 per dolar AS.

Para pelaku pasar saat ini tengah menantikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia berikut keputusan mengenai suku bunga acuannya.

“Dengan BI kemungkinan di ambang langkah pelonggaran, investor banyak bertaruh pada penurunan suku bunga,” ujar Eugene Leow, fixed income strategist di DBS, seperti dikutip dari Bloomberg.

Menurut estimasi media para ekonom dalam survei Bloomberg, BI kemungkinan akan memangkas suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate (7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam pertemuan kebijakan (RDG BI) dua hari yang berakhir Kamis (18/7) dan melakukan penurunan lebih lanjut menjadi 5,5 persen sebelum akhir Desember.

Pakar strategi valas di Scotiabank Qi Gao berpendapat rupiah kemungkinan akan tetap kuat dalam waktu dekat seiring dengan upaya reformasi oleh pemerintah.

“Kami mempertahankan posisi short USD/IDR kami, sambil menurunkan target ke 13.800 dengan trailing stop di 14.000,” ujar Qi Gao.

Namun, sambungnya, ia memperingatkan perkembangan konflik perdagangan AS-China yang dapat menggerakkan sentimen pasar atas minat dan penghindaran untuk aset berisiko secara tiba-tiba.

Seiring dengan pergerakan rupiah, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau turun tipis 0,028 poin atau 0,03 persen ke level 97,367 pada pukul 09.51 WIB.

Pergerakan indeks sebelumnya dibuka turun 0,029 poin di level 97,366, setelah berakhir menguat 0,48 persen atau 0,462 poin di posisi 97,395 pada perdagangan Selasa (16/7).

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

Tanggal

Kurs

17 Juli

13.949

16 Juli

13.925

15 Juli

13.970

12 Juli

14.085

11 Juli

14.089

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top