Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Obligasi Diproyeksi Menguat, Ini Sentimennya

Kenaikan harga pada instrumen surat utangpada perdagangan merupakan respons positif dari pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell. Sementara itu, pada perdagangan hari ini, pidato Presiden Joko Widodo tentnag visi Indonesi 5 tahun ke depan menjadi sentimen positif dari dalam negeri.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 15 Juli 2019  |  08:34 WIB
Pasar Obligasi Diproyeksi Menguat, Ini Sentimennya
Obligasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Pasar obligasi pada perdagangan hari ini diperkirakan bakal menguat karena beberapa sentimen. Berikut sentimennya.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan kenaikan harga pada instrumen surat utang telah terjadi pada perdagangan sebelumnya sebagai respons positif dari pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell. Sementara itu, pada perdagangan hari ini, dia menyebut sentimen bakal bertambah dari sentimen dalam negeri.

Menurutnya, pidato Presiden Joko Widodo terkait visinya selama 5 tahun ke depan menimbulkan optimisme bagi pelaku pasar. Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo dalam pidatonya menyinggung tentang lima hal. Pertama, komitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur.

Kedua, komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ketiga, komitmen meningkatkan investasi. Keempat, melanjutkan reformasi birokrasi. Kelima, menjamin agar anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tepat sasaran.

“Pagi ini pasar obligasi akan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas. Sentimen akan datang kali ini tidak dari luar negeri, melainkan dari dalam negeri,” ujarnya dalam hasil riset harian, Senin (15/7/2019).

Ditambah, pada Sabtu (13/7/2019), terjadi pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto yang juga menurunkan tensi politik di Tanah Air. Sebelumnya, Presiden Jokowi pun telah menyatakan akan melibatkan lebih banyak generasi muda masuk ke jajaran menteri.

Dia berujar perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data ekspor, impor dan neraca perdagangan hari ini dari Badan Pusat Statistik. Jika data tersebut menunjukkan hasil sesuai ekspektasi pasar, sentimen penguatan hari ini bakal bertambah.

Hal lain yang dinanti pelaku pasar yakni pada 18 Juli tentang kepastian pemangkasan suku bunga acuan. Lalu, dari luar negeri, data yang juga bakal dirilis yakni data ekonomi China yang akan dirilis hari ini pukul 09.00. Data ini, katanya, mungkin akan menjadi sentimen negatif bagi pasar modal.

Adapun, untuk perdagangan hari ini, dia merekomendasikan kepada investor untuk melakukan aksi beli dengan volume terbatas.

“Data ekonomi China hari ini mungkin akan menjadi penghalang untuk pasar modal dalam negeri untuk menguat. Kami merekomendasikan beli hari ini dengan volume terbatas,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi surat utang negara
Editor : Ana Noviani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top