Dwi Guna Laksana (DWGL) Incar Pendapatan Rp2,3 Triliun pada 2019

Angka tersebut sejalan dengan target penjualan 3,5 juta metrik ton batu bara sepanjang tahun ini.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  21:47 WIB
Dwi Guna Laksana (DWGL) Incar Pendapatan Rp2,3 Triliun pada 2019
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Dwi Guna Laksana Tbk. memproyeksi dapat mengantongi pendapatan Rp2,3 triliun pada 2019, sejalan dengan target penjualan 3,5 juta metrik ton batu bara sepanjang tahun ini.

Direktur Dwi Guna Laksana (DWGL) Hendra Winanto mengatakan perseroan telah merealisasikan penjualan batu bara 1,3 juta metrik ton sampai kuartal II/2019. Dari situ, pendapatan yang dikantongi perseroan sekitar Rp943 miliar.

“Apabila tercapai 3,5 juta metrik ton, diproyeksikan pendapatan Rp2,3 triliun,” paparnya di Jakarta, Senin (9/7/2019).

Perseroan menargetkan penjualan 2,3 juta metrik ton batu bara pada semester II/2019. Penjualan itu disasar ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) serta pihak ketiga lainnya.

Sementara itu, Direktur Utama DWGL Herman Fasikhin menyatakan pihaknya membidik penjualan 5 juta ton batu bara dalam 2 tahun ke depan.

Di sisi lain, dia menegaskan perseroan masih menjalankan operasional seperti biasa pascapergantian pemilik mayoritas. Menurutnya, belum ada petunjuk detail dari induk usaha.

“Dari manajemen masih berjalan seperti biasa,” jelas Herman.

Dalam laporan kuartal I/2019, DWGL memaparkan PT Sinar Mas Multifinance telah melakukan penagihan pembayaran kepada PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk. atas perjanjian anjak piutang untuk penyelesaian selambat-lambatnya 11 April 2019. Apabila tidak dilakukan pelunasan, maka Sinar Mas Multifinance akan mengakuisisi jaminan berupa saham yang dimiliki PT Energi Batubara Indonesia di DWGL sebesar 4,48 miliar.

Pada 11 April 2019, Sinar Mas Multifinance telah mengeksekusi jaminan berupa saham yang dimiliki Energi Batubara Indonesia di DWGL. Saham tersebut diambil alih oleh HawthornCapital Investment Private Limited. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara, emiten tambang

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top