Saham Carrefour Turun, Bursa Eropa Terdampar Lagi di Zona Merah

Bursa Eropa memperpanjang pelemahannya untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Selasa (25/6/2019), di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta kekhawatiran atas perdagangan AS-China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  06:02 WIB
Saham Carrefour Turun, Bursa Eropa Terdampar Lagi di Zona Merah
Indeks Stoxx 600 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa memperpanjang pelemahannya untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Selasa (25/6/2019), di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta kekhawatiran atas perdagangan AS-China.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa ditutup turun 0,1 persen seiring dengan pelemahan mayoritas indeks saham di kawasan ini. Penguatan saham Capgemini dan Altran karena kesepatan bernilai miliaran euro membantu membatasi besar pelemahan Stoxx.

Sentimen pasar tetap goyah selepas Stoxx membukukan kenaikan kuat selama tiga pekan sebelumnya yang memulihkan hampir seluruh penurunan akibat aksi jual pada Mei.

Sempat tenang karena antisipasi perundingan perdagangan AS-China di sela-sela KTT G20 pada 28-29 Juni, sentimen pasar kembali terpukul lebih lanjut setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menjatuhkan sanksi-sanksi kepada Pemimpin Tertinggi Iran dan pejabat tinggi lainnya.

Sebelumnya, seorang pejabat AS pada Senin (24/6/2019) mengungkapkan bahwa Trump tidak memiliki masalah dengan hasil apa pun dari pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping di KTT G20. Komentar ini meredakan harapan untuk adanya terobosan substansial dari pembicaraan itu.

“AS mengkomunikasikan bahwa pasar tidak seharusnya berharap terlalu tinggi untuk pertemuan G20 mendatang,” ujar Teeuwe Mevissen, ekonom pasar senior di Rabobank.

“Hasil maksimal yang dapat dicapai adalah gencatan sementara seperti yang mereka lakukan terakhir kali [pada Desember 2018] ketika mereka memutuskan untuk berhenti setidaknya dalam menaikkan tarif lebih jauh,” jelasnya.

Indeks DAX Jerman yang sensitif terhadap isu-isu dagang pun berakhir melemah 0,4 persen. Pelemahan pada indeks saham pada umumnya akibat terbebani sektor ritel, otomotif, dan perbankan.

Saham raksasa ritel Prancis Carrefour melemah, sehari setelah menjadi peritel asing terbaru yang akan mundur dari pasar China. Lembaga pemeringkat Fitch menurunkan rating sahamnya menjadi 'BBB' dari 'BBB+' pascapengumuman.

Sementara itu, sektor perbankan turun menjelang penyampaian pidato oleh sejumlah pembuat kebijakan Federal Reserve AS, termasuk Gubernur Jerome Powell.

The Fed menghadapi tekanan dari Trump untuk memangkas suku bunganya dengan tajam dalam menghadapi perlambatan ekonomi, dan pasar saat ini meyakini bahwa panel akan menindaklanjutinya pada pertemuan Juli.

Namun, indeks FTSE London berhasil naik tipis saat saham-saham energi dan bahan baku mengimbangi pelemahan pada sebagian besar sektor akibat kenaikan harga tembaga dan minyak.

Di sisi lain, sektor teknologi naik 0,4 persen menyusul kabar kesepakatan senilai 3,6 miliar euro yang dicetak oleh Capgemini untuk membeli rivalnya, Altran.

“Kami pikir kesepakatan itu masuk akal secara strategis, membantu Capgemini memanfaatkan transformasi digital perusahaan industri,” tulis Analis Credit Suisse dalam sebuah riset.

Saham Capgemini menguat 8,4 persen sekaligus membukukan kinerja harian terbaiknya dalam 6,5 tahun, sedangkan saham Altran melonjak 21,2 persen dan membukukan kenaikan intraday terbesar dalam 16 tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top