Bursa Asia Variatif, IHSG Terkoreksi 0,09 Persen pada Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,09 persen atau 5,4 poin ke level 6.310,03 pada akhir perdagangan sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  12:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (24/6/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,09 persen atau 5,4 poin ke level 6.310,03 pada akhir perdagangan sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (21/6), IHSG ditutup turun tipis 0,32 persen atau 20,26 poin di level 6.315,44 pada perdagangan Jumat (21/6). Adapun sepanjang pekan lalu, IHSG mencatatkan penguatan sebesar 1,04 persen.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,12 persen atau 7,51 poin ke level 6.307,93. Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.294,97– 6.320,53.

Tiga dari sembilan sektor menetap di zona merah, dipimpin sektor aneka industri dengan pelemahan 0,67 persen.

Di sisi lain, enam sektor menguat dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut, dipimpin oleh sektor pertanian yang naik 2,4 persen dan properti yang menguat 0,15 persen.

Sebanyak 190 saham menguat, 174 saham melemah, dan 272 saham stagnan dari 636 saham yang diperdagangkan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing turun 1,23 persen dan 0,69 persen menjadi penekan utama IHSG pada akhir sesi I berdasarkan kapitalisasi pasar.

Artha Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG akan terus melemah pada perdagangan hari ini, setelah melemah pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menjelaskan bahwa pelemahan pada Jumat (21/6) lebih disebabkan oleh aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor.

Dia melanjutkan, secara teknikal penguatan indeks sudah terbatas sehingga perdagangan mengalami pelemahan.

"Secara teknikal candlestick IHSG membentuk doji setelah menguat dua hari sebelumnya," kata Dennies dalam riset hariannya, Senin (24/6/2019).

Dennies pun memperkirakan IHSG pada Senin (24/6/2019) akan bergerak melemah karena indikator stochastic bergerak di area overbought yang menandakan rentang penguatan sudah terbatas dan ada indikasi akan melemah dalam jangka pendek.

Indeks saham lainnya di Asia bergerak variatif ini, dengan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menguat 0,09 persen dan 0,10 persen pada pukul 11.50 WIB, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,15 persen.

Sementara itu di China, indeks Shanghai Composite melemah 0,09 persen dan CSI 300 menguat 0,01 persen. Adapun indeks FTSE Straits Time Singapura melemah 0,33 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup